Sinarmas Sekuritas: BI Masih Bisa Tahan BI Rate di 5,75 Persen

Sinarmas Sekuritas: BI Masih Bisa Tahan BI Rate di 5,75 Persen

LITERASIKEUANGAN.COM — Sinarmas Sekuritas menilai Bank Indonesia masih punya ruang menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen, meski The Fed baru menaikkan Fed Funds Rate 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen. Arah kebijakan BI berikutnya disebut bakal sangat bergantung pada ketahanan rupiah terhadap tekanan dolar AS.

Nada Hawkish The Fed Masih Terasa

Meski kenaikannya sesuai perkiraan, Sinarmas Sekuritas menyoroti nada kebijakan bank sentral AS yang masih cenderung hawkish. Ruang kenaikan suku bunga lanjutan satu hingga dua kali masih terbuka pada pertemuan Oktober dan Desember.

Kondisi itu berpotensi menjaga imbal hasil US Treasury dan dolar AS tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Bagi negara berkembang, kombinasi yield tinggi dan greenback kuat kerap memicu capital outflow dari pasar domestik.

Rupiah Jadi Penentu Arah BI Rate

Sinarmas Sekuritas menilai BI masih memiliki ruang untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Namun arah kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada ketahanan rupiah terhadap tekanan eksternal.

Selama rupiah stabil, ruang itu tetap terbuka. Sebaliknya, jika tekanan terhadap mata uang domestik menguat, BI berpotensi menyesuaikan kebijakan demi menjaga daya tarik aset dalam negeri.

Dampak ke Pasar dan Investor

Bagi investor ritel, pergerakan Fed Funds Rate dan BI Rate menentukan arah imbal hasil obligasi negara maupun suku bunga deposito. Yield yang lebih tinggi di AS membuat aset berdenominasi rupiah kurang menarik jika selisih imbal hasilnya menyempit.

Pelaku pasar obligasi akan mencermati setiap sinyal dari rapat BI berikutnya. Begitu pula pelaku saham perbankan, yang biasanya sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan karena berpengaruh ke margin bunga bersih dan biaya dana.

Posisi BI Rate di 5,75 persen menjadi penanda seberapa besar ruang manuver BI menghadapi tekanan global. Keputusan berikutnya akan bergantung pada seberapa kuat rupiah bertahan di tengah kebijakan The Fed yang belum melunak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index