Grup Prajogo Pangestu (CUAN) Makin Dekat Kuasai SINI

Grup Prajogo Pangestu (CUAN) Makin Dekat Kuasai SINI
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), membeberkan perkembangan proses diskusi terkait rencana pengambilalihan posisi pemegang saham pengendali perseroan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu.

Direktur Utama Singaraja Putra Amir Antolis mengonfirmasi bahwa pihak pemegang saham pengendali SINI saat ini tengah bernegosiasi dengan grup PJK atau Petrindo. Skenario ini berpotensi mengubah peta kepemilikan dan pengendalian perseroan.

Amir menyampaikan bahwa seandainya skema pengambilalihan oleh grup pertambangan besutan Prajogo Pangestu tersebut terealisasi, calon pengendali anyar diwajibkan menggelar penawaran tender wajib alias mandatory tender offer (MTO) menuruti regulasi POJK No. 9/POJK.04/2018.

“Grup PJK [Petrindo] selaku calon pengendali baru SINI akan melaksanakan MTO,” ujar Amir dalam public expose insidentil, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa mengacu pada aturan POJK, indikasi harga pelaksanaan MTO dihitung dari rata-rata harga tertinggi transaksi harian saham SINI sepanjang 90 hari sebelum pengumuman diskusi akuisisi disampaikan.

Untuk diketahui, usai penuntasan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada Juli 2026, porsi kepemilikan PJK di SINI sudah merangkak dari 19,99% menjadi 27,78%.

Secara terperinci, kepemilikan itu mencakup porsi PT Kreasi Jasa Persada (KJP) sebesar 7,90% serta PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang memegang 19,88% saham.

Di sisi lain, porsi kepemilikan pemegang saham pengendali lama menyusut dari 54,49% ke posisi 37,05%, sementara kepemilikan publik berada pada angka 35,17%.

Masuknya kelompok bisnis Prajogo Pangestu berjalan beriringan dengan alih bisnis Singaraja Putra yang semula berfokus pada ranah jasa akomodasi dan perkayuan menjadi pilar pertambangan batu bara terintegrasi.

Memanfaatkan dana rights issue, SINI sudah merampungkan akuisisi 99,995% saham PT Karya Mineral Sentosa (KMS) dari PTRO. Aksi korporasi ini mengokohkan portofolio aset pertambangan perseroan lewat penguasaan 99,98% saham PT Cristian Eka Pratama (CEP) di Kalimantan Timur.

SINI sekarang menggenggam 5 izin usaha pertambangan (IUP) batu bara termal lewat anak usahanya, PT Dwi Daya Swakarsa (DDS) dan KMS, dengan cakupan area konsesi mencapai 21.119 hektare serta estimasi cadangan sebesar 231 juta metrik ton (MT).

Dari lima lokasi konsesi tersebut, tiga area tambang telah aktif berproduksi, yakni PT Cristian Eka Pratama di Kalimantan Timur, serta PT Persada Kapuas Prima dan PT Pasir Bara Prima di Kalimantan Tengah.

Konsolidasi aset ini melejitkan nilai total aset SINI hingga 318% menjadi Rp6,55 triliun per 31 Juli 2026, yang juga diiringi lonjakan kas dan deposito menembus Rp1,57 triliun.

Selain itu, akuisisi KMS memicu hadirnya keuntungan dari pembelian dengan diskon, yang mengerek balik kinerja laba bersih perseroan menjadi Rp674,2 miliar per Juli 2026 dari posisi rugi Rp26,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Pengembangan aset akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, ketersediaan infrastruktur, kondisi pasar, dan perizinan yang berlaku,” pungkas Amir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index