JAKARTA - Shopee menggandeng Anteraja untuk menggelar program pelatihan bisnis digital bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Anteraja dalam rangka menyiapkan strategi bisnis menyongsong rangkaian kampanye belanja menuju Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
“Momen kampanye besar jelang Harbolnas mulai dari 9.9 hingga 12.12 kerap menjadi momen belanja akhir tahun yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pengguna untuk checkout produk incaran mereka dengan promo besar-besaran. Perilaku konsumen ini tentunya juga berpotensi meningkatkan penjualan para pelaku UMKM,” kata Director of Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi dalam keterangan yang diterima pada Kamis (3/9/2026).
Daniel menuturkan bahwasanya program pelatihan ini diselenggarakan demi membantu para pelaku UMKM menyusun kalkulasi strategi dan kesiapan operasional gerai saat menghadapi lonjakan transaksi di periode kampanye akbar.
Agenda edukasi yang berlangsung di lokasi Kampus UMKM Shopee Jakarta ini membekali seluruh peserta lewat paparan materi terkait taktik promosi, pengelolaan periklanan, serta pemaksimalan operasional toko guna mengantisipasi potensi melonjaknya angka pesanan.
Puluhan pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam pembekalan tersebut merupakan anggota yang terhimpun pada komunitas Jagoan Lokal Anteraja. Pembawaan materi dipandu langsung oleh jajaran instruktur Kampus UMKM Shopee yang telah memegang lisensi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Di samping jurus mendongkrak potensi omzet selama momentum kampanye, para peserta turut dibekali wawasan perihal tata kelola operasional lapak hingga pemanfaatan fitur iklan guna memperluas jangkauan visibilitas produk.
VP Sales, Growth & Customer Experience Anteraja Sebastianus Waryanto mengutarakan harapan agar kelas pelatihan ini mampu mendongkrak tingkat kesiapan para pegiat UMKM ketika memasuki puncak musim kampanye.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para penjual yang tergabung dalam Komunitas Jagoan Lokal Anteraja dapat memperoleh pengetahuan baru agar lebih siap dalam menghadapi potensi lonjakan pesanan jelang kampanye besar,” ungkap Sebastianus.
Seorang peserta pelatihan, Derry selaku perwakilan pemilik brand suplemen organik lokal Beorganik, mengungkapkan bahwa sesi edukasi tersebut memberikan wawasan segar perihal taktik promosi beriklan dan optimalisasi pengolahan data demi memajukan bisnisnya.
“Ada beberapa insight yang kami dapatkan di pelatihan ini yang kebetulan belum pernah kami terapkan sebelumnya. Mulai dari cara beriklan hingga cara mengatur budget beriklan yang optimal. Lebih lanjut saya juga belajar banyak soal dashboard Shopee serta bagaimana menggunakan data tersebut sebagai acuan strategi beriklan Beorganik,” ucap Derry.
Peserta lainnya, Nevana dari unit bisnis Pure and Health, menyebutkan bahwasanya sesi diskusi interaktif bersama para pelatih Kampus UMKM Shopee sangat membantunya dalam memahami pemanfaatan fitur iklan berbasis strategi.
“Pelatihan berhasil menjawab kebingungan saya soal cara menggunakan fitur Ads dengan lebih strategis. Salah satunya soal meningkatkan impresi produk sehingga makin banyak pembeli yang melihat dan juga aware terkait produk kami,” ujar Nevana.
Langkah pelatihan kolaboratif ini bertindak sebagai bagian dari rangkaian program Kampus UMKM Shopee Kelas Online yang memfasilitasi para pelaku UMKM di 514 wilayah kabupaten dan kota se-Indonesia untuk menyerap materi pelatihan berbasis daring sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha masing-masing.
Tercatat semenjak tahun 2021, keberadaan Kampus UMKM Shopee telah menyalurkan pembekalan keterampilan usaha digital kepada jutaan pelaku UMKM lewat torehan lebih dari 350 ribu jam pelatihan yang terangkum dalam hampir 400 modul pembelajaran.