Dukung Swasembada Gula, PT MSM Targetkan Tebu Terbaik Nasional

Dukung Swasembada Gula, PT MSM Targetkan Tebu Terbaik Nasional
PT Muria Sumba Manis (MSM). (Foto: NET)

JAKARTA — Manajemen PT Muria Sumba Manis (MSM) sebagai unit usaha agribisnis perkebunan serta pengolahan tebu milik Grup Djarum yang berada di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki komitmen kuat untuk tumbuh sebagai produsen tebu unggulan berskala nasional di Indonesia.

"Kondisi alam yakni potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dari daerah lain dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," ungkap Managing Director PT MSM Budi Hediyana saat menyambut kehadiran sejumlah pemimpin redaksi media nasional dalam kegiatan "Trip Manisnya Sumba" ke area sentra industri agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu Grup Djarum yang bertempat di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis.

Lebih lanjut, Budi menguraikan bahwa MSM merupakan entitas bisnis yang merintis pengembangan kawasan perkebunan di atas lahan kering wilayah Sumba Timur melalui penanaman modal berskala besar demi menyokong program swasembada gula nasional.

Badan usaha yang berada di bawah naungan PT Hartono Plantation Indonesia (HPI Agro) atau Grup Djarum ini resmi didirikan pada tahun 2014, memulai tahap operasional serta pembangunan fasilitas pabrik sekitar tahun 2018, serta memusatkan bidang garapannya pada sektor perkebunan tebu terintegrasi berdampingan dengan unit pengolahan gula modern perdana di NTT.

Grup Djarum menggelontorkan dana investasi total senilai Rp9,2 triliun guna mengelola area lahan seluas 20.000 hektare yang memanfaatkan skema perizinan hak guna pakai (HGP) berjangka waktu 30 tahun.

Dalam proses implementasinya, pihak korporasi telah mendirikan pabrik pengolahan gula tepat di jantung kawasan pertanian tersebut demi mengoptimalkan penyerapan hasil panen bahan baku tebu lokal, sekaligus membuka kesempatan luas bagi penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Fasilitas pabrik gula yang berdiri kokoh ini mempunyai kapasitas produksi puncak mencapai 12.000 tons cane per day (TCD) serta terhubung langsung secara terpadu dengan kebun tebu milik perusahaan.

Pabrik pengolahan gula besutan Muria Sumba ini menerapkan teknologi otomatisasi penuh atau technology fully automatic control yang dilengkapi unit dekolorisasi mutakhir, sehingga seluruh hasil produksi diproyeksikan mampu menembus standar pasar Business-to-Business (B2B) khusus kebutuhan sektor industri.

Pabrik yang mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2020 ini diandalkan mampu memproduksi sebanyak 1.200 ton gula kristal putih serta gula kristal rafinasi setiap harinya sepanjang musim giling tebu yang berlangsung dalam kurun waktu empat bulan dari pertengahan Juli hingga pertengahan Oktober tiap tahunnya.

"Memang saat ini masih jauh dari perjalanan kami, kami punya target sekitar 20.000 hektare, dan baru 26 persen dari target yakni sekitar 5.000 hektare yang kami tanam. Total nilai investasi sekitar Rp9,2 triliun, dan fase satu saja sudah mencapai Rp6,5 triliun. Namun, akan terus diupayakan peningkatan luas tanam," ujarnya.

Budi menambahkan bahwa proyeksi hingga tahun 2031, total lahan yang tertanami tebu ditargetkan sanggup menembus angka 10.000 hektare, dengan penambahan luasan berkisar 1.000 hektare secara konsisten tiap tahunnya.

Di samping komoditas utama berupa gula kristal putih, perusahaan turut menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomis seperti tetesan tebu atau molase (molasses), serta ampas tebu yang mencakup belotong atau blotong maupun bagasse. Seluruh lini produk keluaran perusahaan memiliki mutu unggul guna menghadirkan standar cita rasa serta kualitas terbaik.

Langkah strategis MSM turut diselaraskan secara aktif bersama kerangka Wawasan Indonesia 2045 yang mengusung misi besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara dengan kekuatan ekonomi teratas di kancah global.

Sebagai bagian penting dari agenda transformasi tersebut, MSM mengambil peran krusial dengan memusatkan akselerasi pembangunan ekonomi kawasan Indonesia Timur secara terarah, sehingga kehadiran perusahaan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Di samping itu, Budi menegaskan bahwa dalam menjalankan operasional bisnisnya, MSM senantiasa memegang teguh prinsip untuk mempersembahkan performa terbaik melalui penanaman serta penjagaan budaya inovasi yang berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.

"Kami senantiasa berkreasi membina terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kualitas proses dan produk-produk kami. Didukung investasi strategis di sektor teknologi dan penelitian, MSM terus meningkatkan standar kualitas dan efisiensinya, sehingga MSM berada selangkah lebih maju dari tren industri," ujarnya.

 

 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index