AS Tunda Pengumuman Tarif Impor 7,5% ke China Jelang KTT Trump-Xi

Jumat, 18 September 2026 | 08:13:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Amerika Serikat menunda pengumuman tarif impor baru terkait dugaan kelebihan kapasitas produksi dari mitra dagangnya, setidaknya sampai KTT Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pekan depan selesai. Penundaan ini menunda pula rencana pengenaan tarif 7,5% pada barang-barang China yang sebelumnya sudah disiapkan Washington.

Penundaan tersebut dikonfirmasi sejumlah sumber yang mengetahui masalah itu, seperti dikutip Bloomberg. Pemerintah AS semula berencana merilis laporan perdagangan soal kapasitas berlebih sebelum pertemuan puncak kedua pemimpin. Alasan di balik penundaan itu belum jelas.

Tarif 7,5% dan Target Kembali ke Level 20%

Bloomberg sebelumnya melaporkan laporan perdagangan tersebut akan merekomendasikan tarif sebesar 7,5% untuk barang-barang China. Tarif itu akan mengembalikan bea masuk era kedua pemerintahan Trump terhadap China ke kisaran 20%.

Beijing disebut menilai level 20% sejalan dengan kesepakatan gencatan perdagangan dengan Washington. Belum diketahui apakah tarif final akan berubah dari tingkat yang sebelumnya diperkirakan.

Penyelidikan Pasal 301 Sejak Maret

Pada Maret, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan terhadap belasan mitra dagang utama. Penyelidikan ini mengacu pada Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974, yang menyoroti kekhawatiran atas kapasitas produksi berlebih.

Tarif yang diperkirakan diberlakukan itu, bersama bea masuk yang sudah diterapkan terkait kerja paksa, pada akhirnya akan mendorong tingkat tarif mendekati bea masuk khusus negara yang diberlakukan Trump. Bea masuk khusus negara itu sendiri dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS awal tahun ini.

Dampak bagi Pelaku Pasar dan Eksportir

Bagi eksportir China dan mitra dagang AS lainnya, penundaan ini memberi ruang waktu tambahan sebelum struktur tarif baru berlaku. Ketidakpastian tetap tinggi karena tingkat tarif final belum dipastikan.

Pasar obligasi dan komoditas biasanya bergerak lebih dulu merespons sinyal tarif AS-China. Investor perlu mencermati hasil KTT Trump-Xi pekan depan sebagai penentu arah kebijakan berikutnya.

Apa yang Perlu Dicermati Selanjutnya

Sejumlah hal masih menggantung: apakah tarif final tetap 7,5%, apakah laporan perdagangan dirilis setelah KTT, dan bagaimana Beijing merespons. Sampai itu jelas, pelaku usaha hanya bisa menyiapkan skenario.

Terkini