Harga TBS Sawit Petani Swadaya Riau Naik Tipis Pekan Ini

Selasa, 01 September 2026 | 03:42:32 WIB
Petani memanen tandan buah segar kelapa sawit [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dikelola oleh petani swadaya di wilayah Provinsi Riau tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar Rp6,11 per kilogram atau setara 0,16 persen jika dibandingkan periode sebelumnya, sehingga saat ini berada di level Rp3.884,84 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menyampaikan bahwa kenaikan harga tersebut utamanya dipicu oleh pergerakan positif harga kernel pada kelompok umur tanaman 9 tahun yang ditetapkan sebagai acuan tertinggi.

Aturan penetapan harga ini dipastikan berlaku untuk sepekan ke depan, yakni terhitung mulai tanggal 2 hingga 8 September 2026.

"Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga kernel," katanya di Pekanbaru, Riau, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa harga kernel pada periode kali ini mengalami lonjakan sebesar Rp230,20 per kg dan menyentuh angka Rp13.543,50 per kg apabila dikomparasikan dengan pekan lalu.

Di sisi lain, komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) justru mencatatkan koreksi harga turun sebesar Rp26,49 per kg sehingga menjadi Rp15.810,98 per kg pada pekan ini.

Kendati demikian, situasi berbeda dialami oleh kalangan petani mitra plasma, di mana harga pembelian TBS mereka untuk sepekan mendatang justru mengalami penurunan sebesar Rp14,07 per kg atau mencapai 0,36 persen dari harga periode lalu, dan kini menjadi Rp3.931,55 per kg.

Untuk harga jual CPO kelompok plasma pada pekan ini, imbuhnya, turut merosot sebesar Rp166,16 per kg menjadi Rp15.800,00 per kg. Walau demikian, harga kernel khusus untuk TBS petani plasma justru menunjukkan tren peningkatan sebesar Rp435,06 hingga berada di posisi Rp13.505,00 per kg.

Dafris menegaskan bahwa dalam proses penentuan harga TBS, pihaknya senantiasa berupaya mengoptimalkan sistem tata kelola agar setiap keputusan yang diambil selaras dengan regulasi serta memberikan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

"Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Terkini

Hrgovic Sebut Moses Itauma Masih Bertarung Seperti Amatir

Selasa, 01 September 2026 | 06:10:01 WIB

Jonatan Bidik Poin WTF Lewat Kemenangan di China Masters

Selasa, 01 September 2026 | 06:08:31 WIB

Peralta Rendah Hati Usai Bawa Persib Lolos ke ACL Two 2026/27

Selasa, 01 September 2026 | 06:07:01 WIB