JAKARTA — Dalam dunia perawatan diri, masyarakat umumnya cenderung memusatkan perhatian pada pemilihan produk perawatan kulit, kandungan bahan aktif, hingga beragam perawatan di klinik kecantikan.
Padahal, terdapat satu elemen mendasar yang bersentuhan langsung dengan kulit setiap harinya namun sering terabaikan, yaitu kualitas air yang dipakai untuk mandi dan membersihkan diri di rumah.
Air sudah tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas harian, mulai dari membasuh wajah saat pagi hari, mencuci tangan, berwudu, hingga mandi serta keramas selepas beraktivitas.
Sepanjang hari, kulit terus-menerus terpapar air, sehingga kualitas air harian sudah sepatutnya menjadi faktor krusial yang diperhatikan guna menjaga kesehatan kulit dan rambut.
Walaupun air terlihat jernih dan tidak berbau secara kasatmata, hal tersebut belum tentu menjamin air sepenuhnya bebas dari kandungan tertentu yang mampu mempengaruhi kondisi kulit.
Apabila air terbukti mempunyai kadar mineral yang tinggi atau residu tertentu, paparan yang terjadi secara berulang dapat menjadikan kulit terasa lebih kering sekaligus berpotensi mengganggu pelindung kulit.
Praktisi kesehatan serta kecantikan, dr. Reinita Arlin menyampaikan bahwa air yang tampak bersih secara fisik belum tentu mempunyai kandungan yang aman secara mikroskopis bagi kulit.
"Secara mikro, kandungan di dalam air tetap harus dipastikan tidak merusak kulit, karena jika skin barrier kami rusak akibat paparan air yang tidak sesuai, kulit akan menjadi kering dan membuka jalan bagi bakteri atau pemicu masalah kulit lainnya untuk masuk," ujar dr. Arlin dalam acara Coway Media Launch Yonsu Water Softener & Slim Stand Water Purifier di Teras by Plataran, Bintaro Jaya Exchange Mall 2, belum lama ini.
Di samping itu, seiring bertambahnya usia manusia, kemampuan kulit dalam mempertahankan kelembapan serta beregenerasi secara alami akan terus mengalami penurunan.
Oleh sebab itu, masyarakat tidak hanya memerlukan produk perawatan kulit seperti pelembap dan tabir surya, melainkan juga harus memastikan kualitas air yang sering bersentuhan langsung dengan tubuh.
"Tiap tahun kemampuan regenerasi kulit dan produksi kolagen kami menurun. Kalau dari luar kami terus mengguyur kulit dengan air yang kandungan mineralnya tinggi atau tercemar residu, kerusakan skin barrier akan terjadi lebih cepat,” jelas dr. Arlin.
“Sebaliknya, air yang diperkaya antioksidan seperti Vitamin C dapat membantu menetralisasi radikal bebas pada sel kulit," imbuhnya.
Chief of Marketing Department Coway Indonesia, Mharsally Violana menuturkan bahwa kesadaran mengenai pentingnya kualitas air rumah tangga kini mulai menunjukkan perkembangan.
Kendati demikian, setiap rumah tangga tentu memiliki kebutuhan yang beragam, sehingga perhatian terhadap kualitas air perlu disesuaikan dengan kondisi serta rutinitas masing-masing.
"Setiap rumah tangga memiliki kebutuhan dan kondisi lingkungan yang berbeda. Menjaga kualitas air bukan hanya soal menggunakan teknologi canggih, melainkan bagaimana kami menyediakan air yang aman, baik untuk dikonsumsi maupun untuk rutinitas self-care seperti mandi dan keramas," ungkap Sally.
Pandangan tersebut sejalan dengan filosofi korporasi dalam menghadirkan solusi yang bersumber dari kebutuhan harian di dalam hunian. President Director Coway Indonesia, Jake Lee mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas hidup dapat dimulai melalui perhatian terhadap berbagai kebutuhan dasar di dalam rumah.
"Simply Better with Coway, berarti menciptakan pengalaman hidup yang lebih baik dengan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan setiap rumah. Kami ingin menghadirkan pengalaman sehari-hari yang lebih sehat, nyaman, dan praktis bagi masyarakat Indonesia," ujar Lee.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PT Coway International Indonesia yang dikenal sebagai perusahaan pemurni air dan udara asal Korea Selatan resmi meluncurkan dua produk terbarunya, yakni Slim Stand dan Yonsu.
Seluruh produk Coway di Indonesia telah mengantongi sertifikasi Halal serta memenuhi standar SNI guna memberikan ketenangan serta jaminan kualitas terbaik bagi konsumen.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan pelindung kulit bukan sekadar tentang seberapa banyak produk yang dipakai, melainkan juga tentang mencermati berbagai elemen yang bersentuhan dengan tubuh setiap hari demi mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh.