LITERASIKEUANGAN.COM — Control Resonant resmi menjadi tolok ukur baru grafis PC setelah diuji pada 28 kartu grafis dari Nvidia, AMD, dan Intel. Gim ini membawa path tracing penuh plus dukungan DLSS 4.5, dan hasilnya menunjukkan bahwa teknologi upscaling kini bukan lagi kemewahan, melainkan syarat mutlak untuk memainkannya di resolusi tinggi.
Remedy Entertainment kembali menghadirkan Manhattan yang terdistorsi Hiss sebagai latar utama. Dylan Faden, protagonis baru, membawa kekuatan sendiri untuk mencari Jesse yang hilang. Gim ini melanjutkan kisah Oldest House yang pertama kali diperkenalkan lewat Control pada 2019.
Pengujian pada 28 kartu grafis memperlihatkan beban berat sejak pengaturan raster murni. Pada 1080p Ultra tanpa ray tracing, kartu sekelas RTX 5060 Ti atau RX 9060 XT baru bisa menyentuh rata-rata 60 FPS. RTX 3060 bahkan tidak mampu menembus 30 FPS.
Path Tracing Bikin Kartu Kelas Atas Kewalahan
Begitu ray tracing diaktifkan pada preset medium di 1080p, banyak kartu langsung tumbang. RTX 4070 Ti, RX 7900 XTX, dan RTX 5070 tertahan di bawah 60 FPS. RTX 5070 Ti menawarkan rata-rata dan 1% low yang jauh lebih nyaman.
Di 1440p, RTX 5080 pun belum cukup untuk rata-rata 60 FPS. Pada 4K, RTX 5090 menjadi satu-satunya kartu yang sanggup melewati ambang tersebut, itu pun tanpa jaminan pengalaman mulus.
Kesimpulan dari pengujian ini jelas: upscaling dan frame generation wajib diaktifkan bila ingin mengejar tampilan ray tracing maksimal.
DLSS 4.5 Ubah Gim Berat Jadi Bisa Dinikmati
Nvidia membekali Control Resonant dengan DLSS 4.5 lengkap: Super Resolution, Ray Reconstruction, dan Multi Frame Generation. Kombinasi ini membuat path tracing bisa dinikmati di kartu kelas menengah seperti RTX 5060.
Pada 1080p dengan Ultra RT, DLSS Quality, 2X Frame Generation, dan Ray Reconstruction, hanya RTX 5050 dan RTX 4060 yang gagal memenuhi ambang latensi input di bawah 60 ms. RTX 5060 berhasil melewatinya.
Untuk 1440p, DLSS Performance menempatkan RTX 5060 Ti ke atas sebagai pilihan aman. Di 4K, DLSS Ultra Performance menuntut minimal RTX 4070 Ti, meski RTX 5060 Ti atau RTX 4070 masih bisa dipaksa.
Masalah AMD: FSR Kalah Matang di Gim Ini
Situasi berbeda untuk pemilik kartu Radeon. FSR 4.x memang tersedia untuk seri RX 9000 dan RX 7000, tapi kualitas rekonstruksi gambarnya belum menyamai DLSS 4.5.
Masalah lebih serius muncul pada FSR Frame Generation. Teknologi ini tidak didukung Reflex atau Xe Low Latency di gim ini, sehingga latensi input tetap tinggi meski Radeon Anti-Lag diaktifkan.
Radeon Anti-Lag 2 sebenarnya sudah ada dan bekerja baik di Cyberpunk 2077, tapi tidak diimplementasikan di Control Resonant. Hal serupa terjadi pada FSR 4 Ray Regeneration.
Alhasil, pemilik kartu RX 9000 harus menguji sendiri apakah frame generation benar-benar nyaman dipakai. Tidak seperti DLSS 4.5 yang bisa diaktifkan tanpa keraguan.
Wajah Karakter Jadi Catatan Teknis
Di balik keindahan lingkungan yang dibawa path tracing, kualitas model karakter justru mengecewakan. Wajah Dylan, Zoe, dan karakter pendukung seperti Langston terlihat mundur dibandingkan pencapaian Remedy di Control dan Alan Wake II.
Kesenjangan antara kualitas lingkungan dan karakter ini cukup mencolok. Terutama saat pemain berhenti sejenak untuk mengamati detail di tengah pertempuran jarak dekat yang menegangkan.
Rekomendasi Kartu untuk Pemain Indonesia
Bagi yang ingin menikmati Control Resonant dengan path tracing penuh, RTX 5070 menjadi titik manis di semua resolusi. Kartu ini mampu menjalankan DLSS Quality, Ray Reconstruction, dan frame generation dengan lancar.
RTX 5060 Ti 16GB sebaiknya dilewati karena harganya mendekati RTX 5070. Kecuali jika anggaran sangat ketat, lebih baik langsung melompat ke RTX 5070.
Untuk pemilik kartu Radeon, RX 9000 masih menawarkan performa raster yang kuat per dolar. Namun pengalaman ray tracing maksimal dengan kualitas gambar setara GeForce belum bisa diraih di gim ini.
Control Resonant sendiri masih menyisakan beberapa masalah teknis kecil. Menunggu satu atau dua patch pasca-rilis tampaknya jadi langkah bijak sebelum memutuskan membeli.