Proton Savvy, City Car Malaysia Bermesin Renault dan Sasis Lotus

Proton Savvy, City Car Malaysia Bermesin Renault dan Sasis Lotus

LITERASIKEUANGAN.COM — Proton Savvy jadi salah satu city car Malaysia yang pernah dijual di Indonesia dengan kombinasi tak biasa. Di balik kap depannya tersimpan mesin Renault, sementara kaki-kakinya diracik insinyur Lotus di Inggris. Mobil ini sempat meraih penghargaan sebelum produksinya dihentikan pada 2011.

Proton Savvy menawarkan sesuatu yang jarang ditemui pada mobil Malaysia di kelas city car. Bodi lima pintu itu dirancang sendiri oleh Proton, termasuk kap mesin bergaya clamshell yang jadi ciri khasnya. Yang membuatnya unik justru ada di balik kap tersebut.

Dapur pacunya bukan buatan Malaysia, melainkan mesin Renault berkode D4F berkapasitas 1.2 liter. Konfigurasinya empat silinder 16 katup dengan tenaga 75 dk dan torsi 105 Nm. Angka itu terbilang besar untuk ukuran mobil sekelasnya pada masa itu.

Mesin Pinjaman dari Renault Clio

Unit D4F yang sama dipakai Renault untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo. Transmisi manual lima percepatannya pun dipinjam langsung dari Clio. Beberapa bulan setelah peluncuran, Proton menambah varian bertransmisi Automated Manual Transmission (AMT) Magneti Marelli Quickshift 5.

Pilihan memakai mesin pihak ketiga bukan tanpa alasan. Sejak berdiri pada 1983, Proton mengandalkan Mitsubishi sebagai pemasok teknologi. Pabrikan itu lalu beralih ke PSA, induk Peugeot dan Citroën, lewat kesepakatan transfer teknologi.

Hasil kerja sama tersebut adalah Proton Tiara yang meluncur pada 1996, versi ulang Citroën AX bermesin 1.1 liter TU. Tiara berhenti diproduksi pada 2000 dengan penjualan jauh dari harapan. Kerja sama dengan PSA ikut berakhir dan meninggalkan Proton tanpa pijakan di segmen mobil kecil.

Pengembangan penerusnya berjalan dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platform digarap di dalam perusahaan, sementara urusan dapur pacu diserahkan ke pemasok luar yang sudah teruji di pasar Eropa. Cara ini memangkas ongkos dan waktu pengembangan mesin baru yang butuh biaya riset besar. Mesin D4F sendiri sudah dipakai berbagai model Renault dan Dacia sejak awal 2000-an.

Sasis Diracik Insinyur Lotus

Sentuhan Eropa tidak berhenti di mesin. Sasis Savvy mendapat penanganan para insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton. Jejak Renault juga terbaca di kabin lewat posisi tuas transmisi mundur di kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola itu lazim dipakai mobil Eropa sejak pertengahan 1990-an.

Savvy dipasarkan di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia (PEI) dengan pilihan transmisi manual dan AMT. Mobil ini sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007. Di pasaran, Savvy bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto.

Kiprah Singkat di Indonesia

Eksistensi Savvy di Tanah Air tidak berlangsung lama. Produksinya dihentikan pada 2011, seiring penjualannya di Malaysia yang tergerus Perodua Myvi. Meski begitu, kombinasi mesin Prancis dan sasis racikan Inggris tetap membuatnya dikenang sebagai salah satu city car Malaysia yang berbeda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index