Nyaman dan Awet, Ini 4 Bahan Pakaian yang Disarankan Desainer

Nyaman dan Awet, Ini 4 Bahan Pakaian yang Disarankan Desainer
Ilustrasi bahan baju hangat [FOTO: NET].

JAKARTA - Tren mode senantiasa berputar dan berganti, tetapi preferensi pemilihan jenis material bahan tak banyak bergeser. Dua perancang busana sekaligus penjahit selebriti membagikan jenis bahan favorit mereka, mulai dari busana harian sampai pakaian yang ideal difungsikan sebagai luaran. 

Mereka pun membeberkan jenis bahan yang cenderung dihindari berikut alasan pemilihan material spesifik untuk koleksi pakaian.

4 Bahan Pakaian yang Disarankan Fashion Designer

1. Katun

Mantan penjahit Michelle Obama yang kini menjabat direktur kreatif atelier Guild of Hands, Christy Rilling menyampaikan bahwa permintaan akan kaus yang dinilai sempurna tak pernah surut. Tahun ini, ia mencermati lonjakan permintaan pada kaus lengan panjang, layaknya model yang marak dipakai pada kisaran awal era 2000-an.

Untuk urusan bahan, Rilling menjatuhkan pilihan pada katun lantaran teksturnya yang lembut serta nyaman dikenakan. Material ini juga dinilai tahan lama dan tak gampang rusak meski telah melalui beberapa kali proses pencucian. Menurut Rilling, tiap orang mengantongi kriteria tersendiri mengenai wujud kaus yang sempurna, mulai dari potongan kerah bulat hingga kerah V.

2. Cashmere

Cashmere masuk sebagai salah satu material yang direkomendasikan oleh Rilling beserta perancang busana sekaligus penjahit selebriti, Isa Kriegeskotte. Dua perancang tersebut menggemari serat alami bermutu tinggi yang bisa dicuci memakai tangan. Kasmir dinilai sanggup menghadirkan sensasi lembut dan nyaman sewaktu dimanfaatkan sebagai lapisan busana.

Bahan ini pun tergolong fleksibel untuk dikombinasikan dalam rupa-rupa kesempatan. Sweater cashmere dapat dipakai langsung atau dipadukan bersama blazer untuk keperluan kerja. Potongannya yang simpel menjadikannya relevan digunakan dari siang sampai malam hari. Pengguna cukup mengubah padu padan, seperti mengganti celana jins dengan rok guna memperoleh tampilan baru.

3. Wol

Di samping cashmere, wol turut masuk dalam daftar material favorit kedua pakar tersebut untuk lini pakaian musim gugur. Kriegeskotte mengungkapkan bahwa dirinya menjauhi material poliester, termasuk ragam bahan lain yang tergolong sulit terurai.

“Atau apa pun yang tidak dapat terurai di tempat pembuangan sampah,” kata Kriegeskotte.

Sebagai alternatifnya, ia lebih memprioritaskan “serat alami berkualitas tinggi” yang dapat dibersihkan lewat cuci tangan. Preferensi pada serat alami ini menjadi pertimbangan utama saat memilih pakaian yang diharapkan sanggup bertahan lebih lama.

4. Sutra

Material pamungkas yang disarankan yaitu sutra. Rilling justru menyebutkan kalau bahan satu ini tak perlu dikhawatirkan saat memilih busana.

“Rasanya sangat nyaman saat dikenakan (dan) jatuhnya jauh lebih bagus daripada kain sintetis,” jelas Rilling.

Menurut pandangannya, sutra sangat fleksibel diaplikasikan pada beragam jenis pakaian, termasuk blus. Material tersebut sanggup memberi sentuhan berkelas pada pakaian kerja tanpa memunculkan kesan kaku.

Rilling turut menyukai pemanfaatan syal sutra sebagai elemen pelengkap busana.

“Syal ini mengubah seluruh penampilan,” katanya.

Menurut Rilling, syal sutra sanggup dipadukan dengan hampir segala jenis pakaian, baik disandingkan bersama mantel maupun difungsikan sebagai selendang. Aksesori ini menjadi metode praktis untuk menyuntikkan nuansa warna pada penampilan.

Kriegeskotte menyarankan busana dasar berbahan mutu tinggi dipadukan bersama item klasik, seperti loafer atau sepatu bot berwarna netral. Sementara itu, Rilling menunjuk celana panjang sebagai item yang layak dibuat khusus (custom) jika seseorang hendak berinvestasi pada satu jenis pakaian, mengingat celana panjang termasuk pakaian yang paling sulit mendapatkan ukuran yang pas di tubuh. Berbekal pemilihan bahan yang nyaman, berkualitas, dan tepat guna, pakaian tak sekadar mengekor tren musim tertentu, melainkan sanggup dipakai dalam jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index