LITERASIKEUANGAN.COM — Pantauan harga pangan strategis nasional melalui dashboard resmi BI pada pukul 07.44 WIB mencatat harga gula premium di Jatim hanya berbeda Rp50 dari hari sebelumnya yang sebesar Rp18,6 ribu per kilogram. Pelebaran itu pun terbilang kecil jika dibandingkan pergerakan bulanan yang nyaris nol.
Kondisi ini kontras dengan komoditas lain di provinsi yang sama. PIHPS mencatat 18 dari 27 sembako yang dipantau mengalami kenaikan harga bulanan per 2 September 2026, sementara sembilan komoditas lainnya justru turun. Cabai rawit merah menjadi pendorong inflasi pangan terbesar dengan lonjakan 67,03% secara bulanan.
Stagnan di Tengah Kenaikan Tipis Harian dan Mingguan
Data PIHPS menunjukkan posisi harga gula premium di pasar tradisional Jatim sebesar Rp18,65 ribu per kilogram tidak berubah bila dibandingkan dengan harga 30 hari lalu. Hal yang sama terjadi pada perbandingan 90 hari terakhir. Namun jika dilihat dari basis harian maupun mingguan, harga komoditas ini sempat naik Rp50.
Dalam rentang setahun terakhir, yakni September 2025 hingga September 2026, pergerakan harga gula premium di Jatim cenderung datar. Ini berbeda dengan catatan historis BI yang pernah mencatat kenaikan tajam 4,28% pada Juli 2017 dan koreksi dalam 3,56% pada Juni 2020.
Untuk gula pasir non-premium, pergerakannya sedikit lebih terlihat dibanding gula premium. Harga gula pasir per kilogram di pasar tradisional Jatim tercatat Rp17,8 ribu, naik 0,56% secara bulanan. Sementara gula pasir lokal dibanderol Rp17,2 ribu, menguat 0,29% dalam periode yang sama.
Cabai Rawit dan Daging Ayam Menjadi Pemicu Kenaikan Harga Pangan
Lonjakan harga yang jauh lebih tajam terjadi pada kelompok cabai. Cabai rawit merah per kilogram naik 67,03% dalam sebulan menjadi Rp61,3 ribu. Cabai rawit biasa juga melesat 39,6% ke Rp49 ribu, sementara cabai rawit hijau tumbuh 6,93% menjadi Rp34,7 ribu.
Daging ayam ras segar ikut menekan kantong konsumen dengan kenaikan 17,01% secara bulanan menjadi Rp39,9 ribu per kilogram. Harga daging ayam per kilogram di pasar tradisional juga naik pada laju yang sama.
Di sisi lain, beberapa harga pangan justru turun cukup dalam. Cabai merah besar turun 28,18% menjadi Rp22,05 ribu per kilogram, diikuti cabai merah yang melemah 23,87% ke Rp23,6 ribu. Bawang merah ukuran sedang juga terkoreksi 12,31% menjadi Rp28,85 ribu per kilogram, sama dengan posisi bawang merah per kilogram yang tercatat Rp28,85 ribu.
Beras dan Minyak Goreng: Kenaikan Terbatas, Stabilitas Terjaga
Harga beras di pasar tradisional Jatim masih menunjukkan tren naik tipis. Beras kualitas medium II naik 1,74% menjadi Rp14,6 ribu per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II tumbuh 1,12% ke Rp13,55 ribu. Beras kualitas super I tercatat Rp16,25 ribu, hanya naik 0,31% secara bulanan.
Minyak goreng curah naik 3,1% menjadi Rp21,65 ribu per kilogram dalam sebulan terakhir. Adapun minyak g