Kinerja UNTR Juli 2026: Komatsu-PAMA Bangkit

Kinerja UNTR Juli 2026: Komatsu-PAMA Bangkit
PT United Tractors Tbk. (UNTR). (Foto: NET)

JAKARTA — PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengalami penurunan volume penjualan pada hampir seluruh lini bisnis operasionalnya sepanjang 7 bulan pertama tahun 2026. Meskipun demikian, lini usaha alat berat Komatsu dan kontraktor PAMA mencatatkan tren kenaikan kinerja pada bulan Juli.

Berdasarkan laporan pembaruan operasional bulanan United Tractors, emiten alat berat dan pertambangan di bawah naungan Grup Astra tersebut mencatatkan penjualan alat berat Komatsu sejumlah 2.393 unit hingga Juli 2026. 

Angka ini mengalami koreksi 22,75% secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.098 unit.

Sektor pertambangan atau mining tetap memegang posisi sebagai kontributor utama dengan porsi 53%, diikuti oleh sektor konstruksi sebesar 18%, kehutanan sebanyak 12%, serta agribisnis sebesar 17%. 

Melalui PT Pamapersada Nusantara (PAMA) di bidang kontraktor penambangan, produksi batu bara klien tercatat melemah 3,26% YoY dari 82,8 juta ton menjadi 80,1 juta ton. Pada periode yang sama, volume overburden removal mengalami koreksi 10,07% YoY dari 636,6 juta bank cubic meter (bcm) turun ke angka 572,5 juta bcm.

Sementara itu, lini bisnis pertambangan batu bara yang dioperasikan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA) turut membukukan penurunan volume penjualan sebesar 15,94% YoY menjadi 7,98 juta ton hingga Juli 2026. 

Penjualan tersebut terdiri atas 4,70 juta ton batu bara termal milik TTA, 1,81 juta ton batu bara metalurgi, serta 1,46 juta ton batu bara termal dari pihak ketiga.

Koreksi paling tajam terjadi pada sektor pertambangan emas yang dikelola oleh PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya. Penjualan setara emas UNTR merosot 77,62% YoY dari 143.000 ons menjadi tinggal 32.000 ons per Juli 2026. 

Di samping itu, pada lini bisnis tambang nikel lewat Stargate, volume penjualan bijih nikel ikut tergerus 24,63% YoY menjadi 973.000 wet metric ton (wmt) per Juli 2026, yang terbagi atas 657.000 wmt limonit serta 316.000 wmt saprolit.

Kendati demikian, secara bulanan pada Juli 2026, penjualan alat berat Komatsu justru meningkat menjadi 399 unit dari posisi bulan sebelumnya sebanyak 304 unit. Performa kontraktor PAMA pun ikut menanjak dengan volume OB mencapai 90,9 juta bcm dari sebelumnya 81,1 juta bcm pada Juni 2026. 

Sektor produksi batu bara turut mendaki ke level 13 juta ton dari posisi sebelumnya 11,8 juta ton. Walau demikian, penjualan batu bara terkoreksi ke angka 746.000 ton pada Juli 2026 dibanding bulan sebelumnya 1,03 juta ton, sedangkan penjualan emas melandai menjadi 9.000 ounces dari catatan Juni 2026 sejumlah 10.000 ounces.

Meninjau kinerja semester I/2026, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun atau turun 15% dari perolehan Rp68,5 triliun pada kurun waktu yang sama tahun 2025. 

Penurunan pendapatan ini dipicu oleh lemahnya penjualan emas di PT Agincourt Resources, serta merosotnya performa segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal maupun metalurgi akibat penerapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.

Namun, kondisi tersebut dapat tertutupi sebagian oleh kenaikan pendapatan dari sektor kontraktor penambangan yang terutama ditopang oleh penguatan kurs USD. Perseroan mencatatkan laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp956 miliar. 

Perolehan laba bersih tersebut mengalami penurunan sebesar 88% YoY jika dibandingkan semester I/2025 yang mencapai Rp8,13 triliun. 

Di sisi lain, laba bersih UNTR di luar non-recurring items merosot 48% ke angka Rp4,3 triliun, yang utamanya disebabkan oleh rendahnya penjualan emas akibat penghentian sementara operasional Tambang Emas Martabe sebelum akhirnya kembali melanjutkan aktivitas produksinya pada kuartal kedua.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index