Harga Perak Antam Naik Rp 550 ke Rp 43.150 per Gram, Bergeming di Jalur Positif

Harga Perak Antam Naik Rp 550 ke Rp 43.150 per Gram, Bergeming di Jalur Positif
sebelumnya di level Rp 42.600 per gram. ISI:

LITERASIKEUANGAN.COM — Kenaikan ini mengonfirmasi momentum penguatan logam mulia di pasar. Pergerakan tersebut sejalan dengan harga emas batangan Antam yang menanjak Rp 15.000 ke posisi Rp 2.639.000 per gram pada perdagangan hari yang sama.

Bagi masyarakat, kabar ini menjadi sinyal untuk mencermati ulang strategi investasi. Perak kerap dipilih sebagai alternatif lindung nilai dengan modal awal yang lebih ramah kantong dibandingkan emas.

Modal Terjangkau, Fungsi Ganda

Perak memiliki fungsi ganda yang tak kalah penting dari logam mulia lain. Selain untuk kebutuhan industri manufaktur, logam ini merambah sektor teknologi dan kesehatan.

Daya tarik utamanya bagi investor ritel adalah nilai pembelian yang jauh lebih terjangkau. Dengan harga Rp 43.150 per gram, investor dapat mulai mengoleksi aset berbasis logam mulia tanpa merogoh kocek hingga jutaan rupiah.

Sebagai komoditas, perak menawarkan fungsi diversifikasi aset. Memadukan emas dan perak dalam satu portofolio dinilai mampu menyeimbangkan risiko fluktuasi pasar.

Rincian Harga Produk Perak Antam

Antam, bagian dari holding pertambangan MIND ID, memasarkan produk perak dalam beberapa varian. Harga yang dibanderol bervariasi, tergantung bentuk dan bobotnya.

Untuk produk koin dengan desain Gunung Bromo ukuran 31,1 gram, harga dasar tercatat Rp 2.745.330. Setelah ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen, konsumen perlu menyiapkan dana Rp 3.047.316.

Untuk perak murni batangan, Antam menyediakan dua pilihan bobot. Cetakan 250 gram dihargai Rp 11.187.500 untuk harga dasar, dan menjadi Rp 12.418.125 setelah pajak. Untuk ukuran lebih besar yakni 500 gram, harga dasarnya tercatat Rp 21.575.000 dengan nilai akhir Rp 23.948.250.

Antam juga memasarkan lini produk heritage dengan desain khusus. Seri Heritage bobot 31,1 gram memiliki harga dasar Rp 1.889.752, atau Rp 2.097.625 setelah dikenakan PPN. Adapun versi yang lebih berat, yakni 186,6 gram, dijual dengan harga dasar Rp 10.217.086 dan nilai termasuk pajak Rp 11.340.965.

Catatan untuk Investor dan Calon Pembeli

Kenaikan ini merefleksikan tren positif pasar logam mulia. Namun, investor tetap disarankan memantau pergerakan harian sebelum menentukan waktu pembelian yang paling tepat.

Dengan selisih nilai jual yang terpaut cukup jauh antara emas dan perak, pasar logam mulia memberi ruang bagi berbagai segmen investor. Perak dapat menjadi titik awal bagi mereka yang ingin membangun kebiasaan investasi rutin di aset fisik, sembari menunggu momentum yang lebih baik untuk mulai mengoleksi emas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index