Dua Warga Pennsylvania Tewas Akibat Campak, Kasus AS Tembus 2.777

Dua Warga Pennsylvania Tewas Akibat Campak, Kasus AS Tembus 2.777

LITERASIKEUANGAN.COM — Kematian dua warga tersebut dikonfirmasi otoritas kesehatan Pennsylvania pada Selasa (16/6/2026). Kejadian ini berlangsung di Lancaster County, wilayah dengan cakupan vaksinasi campak untuk anak taman kanak-kanak hanya 85 persen, jauh di bawah ambang batas kekebalan kelompok (herd immunity) sebesar 95 persen yang dibutuhkan untuk melindungi individu dengan sistem imun lemah.

Angka kematian akibat campak di Pennsylvania tahun ini menyusul insiden serupa di Texas pada 2025, ketika dua anak tanpa vaksinasi meninggal dalam wabah yang menginfeksi lebih dari 1.000 orang, mayoritas anak-anak.

Respons Pemerintah Negara Bagian dan Pusat

Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro menyebut penyakit dan kematian akibat campak ini "sepenuhnya dapat dicegah". Dalam konferensi pers, ia menegaskan vaksin MMR (campak, gondongan, rubella) merupakan alat terbaik untuk melindungi masyarakat dari kesakitan dan kematian.

"Ini masalah serius dan terus berkembang di seluruh negeri dan negara bagian kami," ujar Shapiro, Selasa (16/6/2026).

Shapiro mengaku telah berbicara langsung dengan Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. pada Selasa pagi. Ia menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintahan federal yang dinilainya berdampak negatif pada komunitas di Amerika.

"Saya sampaikan dengan sangat jelas bahwa tindakan dan retorika dari pemerintahan ini berdampak buruk pada masyarakat di seluruh Amerika," kata Shapiro. "Ada konsekuensi nyata dari penyebaran informasi yang salah."

Lonjakan Kasus dan Kebijakan Vaksin Pemerintah Federal

Data federal menunjukkan AS telah mencatat 2.777 kasus campak terkonfirmasi pada 2026, hanya tujuh bulan berjalan. Angka ini melampaui rekor tahun lalu yang mencapai 2.289 kasus dan merupakan titik tertinggi sejak virus dinyatakan tereliminasi di AS pada tahun 2000.

Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya penolakan vaksin (vaccine hesitancy) yang menekan angka imunisasi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan dua dosis vaksin untuk anak usia satu hingga enam tahun, dengan efektivitas 97 persen.

Pada awal Juni 2026, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyerukan pengurangan vaksinasi anak dan merekomendasikan pemecahan vaksin MMR menjadi tiga suntikan terpisah. Para ahli kesehatan masyarakat memperingatkan langkah ini berpotensi menimbulkan kebingungan dan biaya tambahan tanpa dasar ilmiah yang jelas.

Langkah Kennedy sebelumnya untuk merombak kebijakan vaksin nasional, termasuk jadwal imunisasi anak, sebagian besar telah diblokir oleh hakim federal awal tahun ini. Kennedy, yang dikenal sebagai skeptis vaksin, kerap menyampaikan pesan beragam soal keamanan vaksin MMR.

Status Eliminasi Campak AS Terancam

Dengan tren kasus yang terus meningkat, AS berpotensi kehilangan status eliminasi campak yang akan dievaluasi panel ahli pada November 2026. Kanada telah lebih dulu kehilangan status serupa pada tahun lalu.

Otoritas Pennsylvania belum mengungkap identitas kedua korban, termasuk apakah mereka anak-anak yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Pemerintah negara bagian menyatakan kesiapan menerima bantuan staf dari CDC untuk menangani wabah di wilayahnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index