Maybank Genjot Dana Murah, Deposito Turun 7,04%

Selasa, 01 September 2026 | 04:58:32 WIB
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — Ekspansi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) PT Bank Maybank Indonesia Tbk semakin didominasi oleh porsi dana murah. Per Juli 2026, total DPK bank tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,26% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga menyentuh angka Rp 129,73 triliun.

Secara rinci, komponen giro mencatatkan lonjakan paling tinggi sebesar 24,42% yoy menjadi Rp 56,75 triliun, disusul oleh produk tabungan yang bertumbuh 7,31% hingga mencapai Rp 24,77 triliun. 

Di sisi lain, instrumen deposito justru mengalami koreksi penurunan hingga 7,04% yoy yang membukukan angka sebesar Rp 48,2 triliun.

Direktur Community Financial Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, mengungkapkan bahwa secara akumulatif laju pertumbuhan DPK perseroan—baik dari lini bisnis konvensional maupun syariah—masih mencatatkan hasil di atas 11% bila dikomparasikan dari posisi penutupan Desember 2025 hingga periode Juli 2026.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa optimalisasi penguatan struktur pendanaan ini merupakan bagian dari langkah taktis pihak manajemen untuk memperkokoh fundamental bisnis di tengah situasi likuiditas pasar yang tergolong cukup ketat. 

Pihak bank berkomitmen untuk terus memacu pengumpulan dana nasabah melalui ragam produk konvensional maupun syariah.

"Dalam kondisi likuiditas yang cukup ketat, maka Maybank menganggap perlu untuk meningkatkan pendanaan dari nasabah, baik yang berbentuk konvensional maupun syariah," jelasnya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).

Langkah penajaman pendanaan tersebut juga dipersiapkan secara matang guna menyambut agenda konsolidasi konglomerasi Maybank yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal III-2026. 

Bianto memproyeksikan bahwa aksi korporasi berupa konsolidasi ini diyakini mampu membuka ruang ekspansi bisnis yang jauh lebih luas melalui optimalisasi sinergi cross-selling serta cross-solution antara induk usaha dan entitas anak perusahaan.

Melalui peningkatan peluang bisnis tersebut, kebutuhan suplai pendanaan diproyeksikan ikut terdongkrak naik, termasuk guna memfasilitasi kebutuhan ekspansi pembiayaan bagi para nasabah korporasi maupun ritel.

"Hal tersebut kami harapkan akan membuka peluang bisnis yang lebih besar dari cross-selling dan cross-solution Maybank dan anak-anak perusahaan sehingga dapat mendatangkan nasabah dan bisnis yang lebih besar, termasuk di dalamnya bisnis-bisnis yang membutuhkan pembiayaan," kata Bianto.

Terkini

Hrgovic Sebut Moses Itauma Masih Bertarung Seperti Amatir

Selasa, 01 September 2026 | 06:10:01 WIB

Jonatan Bidik Poin WTF Lewat Kemenangan di China Masters

Selasa, 01 September 2026 | 06:08:31 WIB

Peralta Rendah Hati Usai Bawa Persib Lolos ke ACL Two 2026/27

Selasa, 01 September 2026 | 06:07:01 WIB