Indocement Proyeksi Permintaan Semen Tetap Solid di Semester II/2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:50:01 WIB
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) memproyeksikan permintaan semen di pasar domestik bakal terus tumbuh pada semester II/2026. Proyeksi positif tersebut didorong oleh faktor musiman, kondisi cuaca kering, serta percepatan realisasi belanja anggaran pemerintah menjelang pengujung tahun.

Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, menyampaikan bahwa pihak manajemen tetap bersikap cermat dalam mengejar peningkatan volume penjualan dengan senantiasa menjaga kedisiplinan margin. Langkah ini krusial mengingat adanya tekanan dari fluktuasi nilai tukar valuta asing serta beban biaya energi.

“Kami memperkirakan adanya dukungan dari faktor musiman, termasuk cuaca kering dan peningkatan realisasi belanja anggaran menjelang akhir tahun,” ujar Dani melalui keterangan resminya baru-baru ini.

Lebih lanjut, Indocement mengukuhkan pertumbuhan volume yang kuat baik di sektor domestik maupun ekspor sepanjang paruh pertama tahun 2026. 

Meskipun demikian, perusahaan tetap mewaspadai tantangan margin yang dipicu oleh tingginya kurs valas dan energi, serta telah menyiapkan berbagai strategi proaktif guna mengamankan kesinambungan proyek konstruksi hingga paruh kedua tahun ini.

Lonjakan permintaan semen domestik tercatat naik 10,2% secara tahunan pada semester I/2026. Angka tersebut ditopang oleh basis perbandingan yang rendah pada periode sebelumnya yang sempat terkontraksi 3,1%, serta cuaca kering yang sangat kondusif bagi pekerjaan konstruksi di lapangan. 

Peningkatan merata terjadi di seluruh lini, di mana penjualan semen kantong menanjak 10% dan semen curah bertambah 10,6%.

Di tengah ekspansi pasar tersebut, volume penjualan domestik Indocement sendiri terkerek 4,9% secara tahunan pada semester I/2026. Penjualan jenis semen kantong tumbuh 3,5%, sementara kategori semen curah mencatatkan kenaikan 8,6%. 

Melalui pencapaian ini, pangsa pasar domestik perusahaan berhasil berada di angka 28,1%. 

Secara akumulatif, total volume penjualan semen serta klinker Indocement menembus 9,564 juta ton pada semester I/2026, yang menandai lonjakan 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat sokongan penjualan domestik dan ekspor yang meroket tajam hingga 99,7%.

Dari laporan keuangan, Indocement meraup pendapatan neto sebesar Rp8,45 triliun pada paruh pertama 2026 atau naik 5,2% secara tahunan. 

Walaupun beban pokok pendapatan membengkak 4,4% menjadi Rp5,94 triliun—menghasilkan laba bruto Rp2,51 triliun—serta beban usaha yang naik 10,3% akibat tingginya biaya logistik dan transportasi, kinerja keuangan tetap tertopang oleh pos lain. 

Penghasilan operasi neto melesat 242,3% menjadi Rp50 miliar yang bersumber dari keuntungan selisih kurs.

Kombinasi berbagai faktor tersebut membawa margin laba usaha Indocement ke level 8% dan EBITDA sebesar 18% pada semester I/2026. 

Perusahaan juga membukukan kenaikan pendapatan keuangan neto sebesar 114,7% menjadi Rp12,3 miliar berkat menyusutnya suku bunga pinjaman PT Semen Grobogan, serta lonjakan laba entitas asosiasi sebesar 289,6% menjadi Rp36,1 miliar.

Secara keseluruhan, laba bersih Indocement pada semester I/2026 berhasil tumbuh 19,2% menjadi Rp589,6 miliar. Dari aspek neraca keuangan, posisi kas perseroan terpantau sangat kuat dengan ketersediaan dana mencapai Rp3,9 triliun per 30 Juni 2026. 

Sebagai informasi, Indocement merupakan salah satu raksasa produsen semen nasional yang menaungi merek-merek ternama seperti Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan, dengan total kapasitas produksi tahunan mencapai 33,5 juta ton dari belasan pabrik dan fasilitas giling yang dikelolanya.

Terkini