Airlangga Targetkan Ekonomi Tumbuh 6% Akhir 2026, Investasi Wajib Tumbuh di Atas PDB

Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:08:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan target pertumbuhan ekonomi 6% pada akhir tahun hanya bisa dicapai jika realisasi investasi mampu melampaui pertumbuhan PDB. Ia menegaskan proyek yang masuk harus diarahkan pada sektor bernilai tambah tinggi, bukan sekadar mengejar volume.

"Semester I ini kita tumbuh 5,45 persen, dan ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara G20. Jadi menjelang sampai akhir tahun Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya mendekati 6 persen," ujar Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/8).

Modal Tambahan dari Hilirisasi hingga Bank Emas

Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan investasi konvensional. Airlangga menyebut sejumlah sektor bakal menjadi mesin pertumbuhan baru, mulai dari percepatan hilirisasi, implementasi biodiesel B50 untuk swasembada energi, pengembangan bank emas (bullion), hingga industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI).

Optimalisasi rantai nilai dalam negeri juga menjadi prioritas agar dampak investasi terhadap ekonomi lebih besar. Di sisi lain, pemerintah akan mendorong produktivitas sumber daya manusia dan penguatan ekspor bernilai tambah yang ditopang efisiensi logistik.

Fundamental Fiskal Masih Sehat, Defisit Terjaga

Di tengah ketidakpastian global—konflik di sejumlah kawasan, tensi Selat Hormuz, dan perang dagang—Airlangga memastikan fundamental ekonomi tetap kokoh. Pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3% (year on year), lebih cepat dari belanja negara yang tumbuh 18,2%.

Defisit anggaran pun masih terkendali di level 0,91% terhadap PDB. Angka ini memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk menggenjot stimulus tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Proyeksi 2027: Inflasi 2,5% dan Rupiah di Rp17.500

Untuk tahun 2027, pemerintah telah menyusun asumsi makro yang lebih konservatif. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan 6% dengan inflasi 2,5%, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun dipatok 6,9% dan nilai tukar rupiah di level Rp17.500 per dolar AS.

Pendapatan negara pada 2027 direncanakan mencapai Rp3.426 triliun dengan belanja Rp4.097,2 triliun. Pembiayaan anggaran diproyeksikan Rp671,2 triliun, menghasilkan defisit sekitar 2,4% terhadap PDB.

Pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun ke kisaran 4,30-4,87% dan angka kemiskinan ditekan ke level 6,0-6,5%. Rasio gini ditargetkan membaik ke rentang 0,362-0,367.

Kolaborasi Jadi Syarat Utama

Airlangga menekankan target pertumbuhan 6% tidak bisa dicapai pemerintah sendirian. Dibutuhkan sinergi antara eksekutif, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya agar hasil pembangunan bisa dinikmati secara inklusif.

"Kita harus bekerja bersama, sehingga dengan bersama-sama ini apa yang kita capai betul-betul bisa dinikmati oleh seluruh stakeholders. Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan kebijakan fiskal yang prudent, kami ingin mendorong ketahanan perekonomian dan pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Airlangga.

Langkah pemerintah mengelola devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) juga disebut sebagai instrumen penting untuk memperkuat cadangan dan stabilitas nilai tukar, sekaligus memberi ruang bagi investasi jangka panjang.

Terkini