LITERASIKEUANGAN.COM — PT MNC Asset Management menggandeng PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menggelar Investor Gathering bertema "Market Insight & Investment Strategy: The Path To Recovery" pada Sabtu (19/09/2026). Direktur MNC Asset Management Ipan Samuel Hutabarat menegaskan pemulihan pasar harus diiringi pemahaman investasi yang memadai, bukan sekadar mengejar peluang. Reksa dana disebut jadi instrumen yang bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
Direktur PT MNC Asset Management Ipan Samuel Hutabarat dan Senior Investment Information Team PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Adityo Nugroho hadir sebagai pembahas. Keduanya mengupas kondisi pasar terkini, peluang dan risiko investasi, serta strategi yang bisa diterapkan investor di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Mengapa Literasi Jadi Kunci di Fase Pemulihan
Ipan menilai pemulihan pasar perlu diiringi dengan pemahaman investasi yang baik. Tanpa itu, investor berisiko mengambil keputusan yang tidak terukur.
"Di tengah kondisi pasar yang dinamis, investor tidak hanya perlu melihat peluang, tetapi juga memahami risiko dan menyesuaikan strategi dengan profil serta tujuan investasinya," ujar Ipan.
Menurutnya, reksa dana dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun portofolio secara lebih terdiversifikasi. Produk reksa dana tersedia dalam berbagai pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing investor.
Reksa Dana sebagai Opsi Portofolio Terdiversifikasi
Diskusi dalam acara ini menyoroti pentingnya penyesuaian strategi investasi dengan tujuan keuangan jangka panjang. Investor didorong tidak hanya mengejar imbal hasil jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan toleransi risiko yang dimiliki.
MNC Asset Management dan Mirae Asset Sekuritas menempatkan reksa dana sebagai instrumen yang relevan bagi investor yang ingin masuk ke pasar modal tanpa harus mengelola saham secara langsung. Diversifikasi portofolio disebut menjadi salah satu cara mengelola risiko di tengah ketidakpastian pasar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan memperkuat literasi pasar modal di kalangan investor Indonesia. Pemahaman yang lebih baik diharapkan membuat investor lebih siap menghadapi fase pemulihan pasar yang dinamis.