Yandri Susanto Lapor ke Dasco: 10 Asosiasi Kepala Desa Tegak Lurus

Yandri Susanto Lapor ke Dasco: 10 Asosiasi Kepala Desa Tegak Lurus
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyampaikan kata sambutan dalam perhelatan Rakernas Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) yang bertempat di Gedung DPR, Senayan, pada hari Rabu (9/9/2026).

Yandri mengutarakan bahwa agenda kegiatan yang mengangkat tema "Desa Sebagai Epicentrum Pembangunan Nasional" tersebut memiliki keselarasan penuh dengan poin Asta Cita ke-6 dari Presiden RI Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa serta dari tingkat bawah demi tercapainya pemerataan ekonomi sekaligus penanggulangan kemiskinan.

"Kementerian Desa dan PDT sudah menetapkan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia. Inilah yang mesti kami terjemahkan di setiap desa di seluruh Indonesia. Jumlahnya banyak, 75.266 desa, Bang Dasco," katanya.

Yandri lantas memaparkan sejumlah nama dari total 10 asosiasi kepala desa yang ada, di antaranya meliputi AKSI, APDESI Merah Putih, ABPEDNAS, hingga Gema Desa.

"Ada 10. Tapi insya Allah Bang Dasco, lapor, semua tegak lurus, Bang, insya Allah. Aman, Bang Dasco," jelasnya.

Menurut pandangan Yandri, hanya pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo posisi desa ditempatkan secara khusus di dalam program Asta Cita, sehingga pelbagai inovasi program di desa mulai tumbuh berkembang, seperti program desa lele, desa ekspor, desa wisata, serta model desa lainnya yang mampu memaksimalkan potensi sumber daya lokal guna menggerakkan roda perekonomian.

Dirinya turut memberikan ulasan perihal Koperasi Desa Merah Putih di mana sirkulasi perolehan pendapatannya bakal berputar langsung dan diterima oleh pihak desa.

"Maka kami dari Kementerian Desa siap selalu bekerja sama dengan Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia, AKSI, di bawah arahan komandan kami Bang Dasco, ada Ibu Sari, dan Bang Saan Mustopa," ucapnya.

Pada saat ini, imbuhnya, pihak pemerintah tengah menggenjot optimalisasi program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi, di mana masing-masing desa berpeluang memperoleh alokasi dana sebesar Rp2,5 miliar dengan sasaran maksimal mencapai 10.000 desa.

"Kami juga punya program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia. Satu desa, satu pemuda yang akan kami kirim ke Jepang. Dengan beasiswa 300 juta per orang, dengan langsung gaji per bulan Rp15 juta," tuturnya.

Program inovatif lainnya turut mencakup Duta Desa Gen Z yang mengandalkan partisipasi aktif kalangan anak muda berusia rentang 18 sampai dengan 35 tahun demi mengakselerasi pembangunan desa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index