AKRA Siap Dukung Penuh Implementasi Program Mandatori Biodiesel B50

AKRA Siap Dukung Penuh Implementasi Program Mandatori Biodiesel B50
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyatakan kesiapannya untuk mendukung penerapan program mandatori biodiesel 50 (B50), yang dibuktikan melalui kesiapan infrastruktur perusahaan.

"Kami senantiasa mendukung pemerintah dalam program B50. Secara infrastruktur, kami juga sudah siap," ucap Head of Investor Relation AKRA Ignatius Teguh Prayoga, dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa.

Teguh menjelaskan kesiapan AKRA dalam menerapkan B50 tercermin dari fasilitas blending serta kemampuan terminal perusahaan dalam menampung alokasi tambahan fatty acid methyl ester (FAME). 

FAME sendiri merupakan komponen utama atau zat aktif dalam biodiesel yang berfungsi sebagai bahan bakar nabati pengganti maupun pencampur solar fosil.

"Karena kan untuk diesel sendiri membutuhkan FAME, ya. Jadi, ketika B50 ini sudah diimplementasi, kami sudah siap secara infrastruktur," ujar Teguh.

Sebagaimana diketahui, Indonesia resmi menerapkan mandatori B50 per Juli 2026 sebagai langkah strategis menurunkan emisi karbon sekaligus mewujudkan ketahanan energi nasional. 

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), implementasi B50 pada 2026 diproyeksikan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 ekuivalen. 

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan capaian penghematan devisa serta penurunan emisi dari program B40 pada tahun 2025.

Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat total penyaluran bahan bakar minyak (BBM) biodiesel 50 persen (B50) telah berada di kisaran 75 hingga 80 persen per 31 Agustus 2026.

"Posisinya itu antara 75–80 persen kalau total penyaluran, ya. Tetapi (SPBU) Pertamina sudah 90 persen," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi.

Eniya menambahkan bahwa pihaknya tetap mengintensifkan pengawasan terhadap distribusi B50. Pemerintah berkomitmen memperbanyak kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) agar eksekusi program ini berjalan secara cermat. 

Lebih lanjut, Kementerian ESDM menargetkan penyaluran B50 di seluruh SPBU dapat terealisasi secara penuh sebesar 100 persen pada 1 Oktober 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index