LITERASIKEUANGAN.COM — Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua orang saksi yang bertugas memelihara kambing milik warga bernama Eno. Saat hendak melepas kambing untuk mencari makan di sekitar kandang pada pukul 06.00 WIB, mereka justru menemukan pemandangan mengerikan. Tujuh kambing sudah terkapar tidak bernyawa.
Dua Anakan Kambing Tinggal Kulitnya
Kapolsek Tepus AKP Suryanto membenarkan kejadian tersebut. Dari tujuh korban, dua di antaranya adalah kambing betina besar, sementara lima lainnya masih anakan. Kondisi anakan kambing paling memprihatinkan karena sebagian besar tubuhnya sudah habis dimakan.
"Terdapat dua anak kambing yang telah dimakan oleh hewan liar dan hanya tersisa kulitnya," kata Suryanto kepada wartawan.
Prediksi Polisi: Kemarau Panjang Bikin Hewan Liar Masuk Kandang
Polisi menduga serangan ini dilakukan oleh gerombolan hewan liar yang kesulitan mencari makan. Kandang korban yang lokasinya jauh dari permukiman warga menjadi sasaran empuk, terutama di tengah musim kemarau yang membuat sumber makanan di alam semakin menipis.
"(Prediksinya) terdapat gerombolan hewan liar yang menyasar kandang peternakan warga karena hewan tersebut tidak bisa mencari makanan dampak dari kemarau panjang," ujarnya.
Warga Diminta Pindahkan Ternak ke Tempat Aman
Menyikapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para peternak untuk segera memindahkan hewan ternaknya yang berada di area alas atau jauh dari permukiman ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Apabila ternak-ternak warga yang berada di alas dan jauh dari permukiman tidak dipindahkan ke tempat aman akan berpotensi terjadinya lagi hewan ternak dimakan atau diserang hewan liar," tegas Suryanto.
Selain itu, petugas juga merekomendasikan perbaikan kandang ternak agar lebih kokoh dan sulit ditembus hewan liar. Patroli di sekitar wilayah Tepus pun akan ditingkatkan untuk mengantisipasi serangan susulan dari hewan liar yang masih berkeliaran.