JAKARTA — Pengurus Isenmulang Kalteng FC terus menggenjot perbaikan Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, demi mencapai kualifikasi yang ditetapkan dalam liga sepak bola profesional, termasuk aturan AFC serta FIFA.
"Pembenahan Stadion Tuah Pahoe menjadi bagian penting untuk memastikan klub memiliki kandang yang layak saat berlaga di kompetisi profesional," kata Presiden Klub Isenmulang Kalteng FC Eko Setyawan di Palangka Raya, Jumat.
Ia menerangkan, pihak manajemen klub memperoleh wewenang melaksanakan renovasi serta penambahan sarana prasarana stadion berpedoman pada aturan sepak bola profesional, mencakup perbaikan rumput lapangan hingga fasilitas pendukung lainnya.
Salah satu renovasi yang tengah berjalan adalah menaikkan kualitas pencahayaan arena pertandingan mencapai 1.800 lux memakai lampu sorot putih yang diselaraskan dengan kriteria laga profesional.
“Lampu stadion kami tingkatkan karena itu menjadi salah satu syarat penting dalam regulasi FIFA. Perbaikan ini dilakukan agar Stadion Tuah Pahoe bisa menjadi kandang yang memenuhi standar kompetisi profesional,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan Eko, perbaikan tersebut diantisipasi agar Stadion Tuah Pahoe sanggup difungsikan sebagai markas tetap Isenmulang Kalteng FC tatkala menjamu tim-tim tangguh, seperti Persija Jakarta serta Persib Bandung dalam ajang Super League.
Selain peningkatan fasilitas stadion, Eko mengatakan pihaknya juga membuka peluang pembangunan stadion baru berstandar internasional apabila kapasitas dan fasilitas Stadion Tuah Pahoe nantinya tidak lagi mampu mengakomodasi tingginya animo masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwasanya rencana tersebut dapat direalisasikan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 mengenai Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
“Melalui Inpres Nomor 3 Tahun 2019 itu ada peluang bagi daerah yang memiliki tim profesional namun belum mempunyai stadion standar untuk mengajukan pembangunan stadion baru. Dengan dukungan Pak Gubernur, kami akan mengusulkan stadion berstandar internasional untuk Kalimantan Tengah apabila kebutuhan dan dukungan masyarakat terus meningkat,” katanya.
Eko menaruh harapan besar agar dukungan publik terhadap Isenmulang Kalteng FC senantiasa mengalir sehingga menjadi motor penggerak kemajuan sepak bola di Bumi Tambun Bungai.
“Kalau nanti kapasitas Stadion Tuah Pahoe sudah tidak mampu menampung animo masyarakat, tentu pembangunan stadion internasional bisa menjadi langkah selanjutnya,” demikian Eko.
Sementara itu, pada Kamis (27/8) malam, Isenmulang Kalteng FC menggelar sarasehan bersama sejumlah pengurus suporter, masyarakat, organisasi kepemudaan serta sekolah sepak bola di daerah setempat.