JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerjunkan sebanyak 1.000 perwira dari jajaran TNI serta Polri untuk dikirimkan langsung ke berbagai daerah demi mengoptimalkan penyuluhan dan edukasi kepada warga dalam mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam agenda rapat penanggulangan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, Presiden Prabowo mengutarakan bahwa langkah preventif mesti digalakkan seirama dengan upaya pemadaman titik api di sejumlah kawasan.
"Kami di pusat, terutama TNI juga Polri, menyiapkan 1.000 perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi," kata Prabowo dalam rapat yang dipantau secara daring di Jakarta.
Menurut Prabowo, ribuan perwira tersebut nantinya bakal disebar mendampingi para aparat dan pejabat yang telah bertugas di daerah guna memperkuat kehadiran negara dalam mitigasi karhutla.
Presiden menekankan pencegahan kebakaran baru harus menjadi perhatian utama, terutama di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.
"Maksud saya biar dari pusat ikut ada rasa keterlibatan ya. Karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara," ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat meluas, termasuk terhadap kesehatan masyarakat.
"Hutan itu adalah sumber kehidupan kami. Kalau hutan terbakar, seluruh rakyat yang akan kena, pernafasan dan sebagainya," kata Prabowo.
Prabowo sebelumnya juga menegaskan pelaku pembakaran hutan dan lahan harus ditindak tegas. Di Sumatera Selatan, kepolisian melaporkan telah menangani 15 laporan polisi dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka terkait karhutla.
Presiden meminta penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pencegahan, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum.
Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan pemerintah daerah bersama TNI dan Polri mengumpulkan masyarakat yang biasa melakukan pembakaran lahan untuk diberikan edukasi serta peringatan mengenai konsekuensi hukum.