ASDP Terjunkan KMP Ile Ape Bawa 5 Ton Bantuan ke Palue untuk Korban Gempa

ASDP Terjunkan KMP Ile Ape Bawa 5 Ton Bantuan ke Palue untuk Korban Gempa
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: NET)

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menyiagakan KMP Ile Ape guna menunjang pemulihan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) sesudah gempa bumi. Armada tersebut mengangkut kurang lebih 5 ton bantuan serta 74 orang penumpang menuju Palue, Kabupaten Sikka. 

Pengiriman dilakukan demi menjamin kebutuhan pokok serta dukungan penanganan musibah mencapai penduduk di daerah yang terkena dampak. 

“Dalam situasi seperti ini, tugas kami bukan hanya memastikan kapal berlayar, tetapi memastikan konektivitas dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Heru menuturkan, ASDP berkeinginan menjadikan armada kapal sebagai sarana dari ikhtiar kolektif guna mengirimkan bantuan, relawan, peralatan, serta kebutuhan pokok kepada penduduk yang tertimpa musibah. 

“Karena itu, kami terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” lanjut Heru.

KMP Ile Ape bertolak dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, pada Jumat (21/8/2026) kira-kira pukul 11.50 WITA. Kapal itu diprediksi sampai di Palue sekitar pukul 17.30 WITA. Selain mengangkut 74 penumpang beserta bantuan, KMP Ile Ape memuat sejumlah angkutan untuk membantu penyaluran logistik serta penanganan setelah bencana. 

Bantuan yang diangkut meliputi pangan, air minum, obat-obatan serta peralatan medis, pakaian, selimut, tenda, perlengkapan tidur, popok, serta kebutuhan bayi. ASDP pun menunjang pengangkutan kendaraan serta alat berat, termasuk ekskavator, selama mencukupi aturan keselamatan serta operasional pelayaran.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengungkapkan, penyaluran bantuan tersebut adalah bagian dari sokongan perseroan sejak gempa mengguncang NTT. 

ASDP terus menjalin komunikasi dengan regulator, pemerintah daerah, aparat, lembaga kemanusiaan, serta beragam pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan terdistribusi secara aman. 

“Pemulihan membutuhkan waktu dan kerja bersama. Selama konektivitas dibutuhkan, ASDP akan terus berupaya menjaga jalur penyeberangan agar bantuan dapat bergerak secara aman dan tepat sasaran,” kata Windy.

Keberangkatan KMP Ile Ape pada 21 Agustus menjadi bagian dari rangkaian mobilisasi bantuan ASDP sejak 16 Agustus 2026. Sebelumnya, sejumlah armada ASDP telah membawa penumpang, sembako, tenda, perlengkapan tidur, genset, terpal, sampai dua unit ekskavator. 

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang prosedur evakuasi serta penanganan material musibah di sejumlah daerah NTT.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index