JAKARTA - PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk. (BPII) bakal menyalurkan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp3,54 per saham kepada para pemegang saham.
Pendistribusian dividen interim tersebut sudah memperoleh lampu hijau lewat ketetapan Direksi pada 12 Agustus 2026 serta restu Dewan Komisaris di hari yang serupa. Dividen disalurkan untuk masa yang rampung pada 30 Juni 2026.
Agenda pembagian dividen interim BPII:
Cum dividen pasar reguler serta negosiasi: 26 Agustus 2026
Ex dividen pasar reguler serta negosiasi: 27 Agustus 2026
Cum dividen pasar tunai: 28 Agustus 2026
Ex dividen pasar tunai: 31 Agustus 2026
Recording date: 28 Agustus 2026
Tanggal pencairan dividen: 11 September 2026
Pemegang saham yang berhak memperoleh dividen interim yakni pihak yang namanya terdaftar dalam daftar pemegang saham perseroan pada 28 Agustus 2026 sampai pukul 16.00 WIB dan/atau pemilik saham dalam Sub Rekening Efek KSEI pada penutupan transaksi tanggal tersebut.
Buat pemegang saham tanpa warkat yang sahamnya berada di dalam penitipan kolektif KSEI, pelunasan dividen bakal dijalankan lewat KSEI dan disebarkan ke rekening perusahaan efek atau bank kustodian pada 11 September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan semester I/2026, BPII mencetak pendapatan senilai Rp1,56 triliun, naik kira-kira 12,80% jika dibandingkan Rp1,38 triliun pada masa yang setara di tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba neto yang sanggup diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp42,83 miliar, merosot 53,05% dari Rp91,22 miliar pada semester I/2025.
Pendapatan BPII pada semester I/2026 utamanya bersumber dari pendapatan jasa asuransi senilai Rp936,34 miliar, diikuti pendapatan jasa transportasi Rp346 miliar serta jasa manajemen investasi dan lain-lain Rp219,23 miliar.
Disamping itu, perseroan mencatatkan pendapatan keuangan neto Rp20,47 miliar dan pendapatan lain-lain neto Rp34,42 miliar. Pada masa tersebut, BPII membukukan rugi perdagangan atas portofolio efek neto senilai Rp192,44 juta, berbalik dari keuntungan Rp5,93 miliar pada semester I/2025.