Pasca Gempa Flores, PLN Berhasil Nyalakan 429 Gardu Listrik

Pasca Gempa Flores, PLN Berhasil Nyalakan 429 Gardu Listrik
PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 429 gardu distribusi terdampak gempa Magnitudo 7,7 di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: NET)

JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 429 gardu distribusi terdampak gempa Magnitudo 7,7 di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. 

Gardu distribusi itu dipulihkan per pukul 11.30 WITA. Sebelumnya PLN telah mengidentifikasi 3.478 gardu distribusi terdampak gangguan. Selain itu, dari 11 Gardu Induk yang telah terdampak, sebanyak 6 gardu induk telah menyala dan beroperasi kembali. 

Tim PLN terus melakukan pengecekan dan perbaikan, mulai dari pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi. General Manager PLN UIW NTT F Eko Sulistyono menyampaikan, saat ini PLTMG Maumere telah dinyatakan aman dan menjadi bagian dari langkah awal penormalan sistem. 

"PLN juga memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko bencana." ujar Eko melalui keterangan resmi.

Dia menambahkan bahwa seluruh petugas PLN berkomitmen bekerja tanpa henti untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin. 

"Keselamatan adalah prioritas utama kami," katanya. 

PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123, serta kanal resmi PLN. Pembaruan kondisi kelistrikan akan disampaikan secara berkala.

Rentetan gempa bumi susulan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Flores pada Sabtu ini. 

Berdasarkan data BMKG, gempa utama terjadi pada pukul 04:58:24 WIB dengan magnitudo 7,6 pada kedalaman 15 kilometer di koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur. Setelah itu, puluhan gempa kembali tercatat di kawasan Flores hingga pukul 07:15 WIB. 

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa terjadi pada pukul 04:58:23 WIB dengan kedalaman 15 kilometer berpotensi tsunami. 

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat,” kata Wijayanto dalam keterangannya. 

BMKG memodelkan potensi tsunami dengan status siaga, yakni ketinggian 0,5 meter hingga 3 meter, di sejumlah wilayah NTT dan Sulawesi Selatan. Gempa susulan dengan kekuatan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,5 pada pukul 05:13:53 WIB dengan kedalaman 10 kilometer di koordinat 8,19° LS dan 120,15° BT. 

Selanjutnya, gempa magnitudo 6,2 tercatat pada pukul 05:28:41 WIB di kedalaman 10 kilometer dan magnitudo 5,9 pada pukul 05:18:50 WIB. 

Sejumlah gempa susulan lainnya juga berkekuatan di atas magnitudo 5. Di antaranya gempa M5,8 pada pukul 05:37:19 WIB, M5,7 pada pukul 05:27:03 WIB, M5,5 pada pukul 05:53:14 WIB, M5,1 pada pukul 06:00:07 WIB, serta M5,0 pada pukul 05:50:48 WIB dan 06:12:34 WIB.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index