Prabowo Klaim Investasi Besar Masuk dalam Beberapa Pekan, Realisasi Rp1.010 Triliun

Rabu, 16 September 2026 | 20:29:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Presiden Prabowo Subianto memastikan gelombang investasi besar akan masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan ke depan. Keyakinan itu disampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu, dengan merujuk pada realisasi investasi Rp1.010 triliun hingga Juni 2026.

Realisasi investasi sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp1.010 triliun. Menurut Prabowo, angka itu menunjukkan aktivitas penanaman modal tetap berjalan sesuai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pada 2025, realisasi investasi tercatat Rp1.931 triliun. Aliran modal itu berkontribusi pada pembukaan 2,7 juta lapangan kerja baru sepanjang tahun tersebut, sementara hingga tahun berjalan 2026 pemerintah mencatat sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

"Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," kata Prabowo.

Dasar Keyakinan: Pertemuan dengan Pelaku Usaha Global

Prabowo menyatakan optimismenya bertumpu pada pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia. Para investor itu, menurut dia, menilai fundamental ekonomi Indonesia sebagai alasan utama menanamkan modal.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujarnya.

Ia menegaskan investasi yang dimaksud bukan berasal dari program pemerintah, melainkan arus modal swasta yang masuk di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

Inflasi 2,92 Persen dan Defisit di Bawah 3 Persen

Kepala negara menyoroti sejumlah indikator makroekonomi sebagai penopang keyakinan tersebut. Tingkat inflasi disebut berada di level rendah, rasio utang relatif rendah, dan defisit fiskal masih di bawah batas 3 persen.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia. 2,92 persen. Anda bayangkan," kata Presiden Prabowo.

Ia membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara. Menurut Prabowo, defisit Indonesia berada di bawah 3 persen, sementara Filipina sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujarnya.

Proyeksi Goldman Sachs dan Target Ekonomi 2050

Prabowo juga merujuk proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia masuk jajaran ekonomi terbesar dunia pada 2050. Menurut dia, posisi Indonesia berpotensi naik ke peringkat keenam, kelima, bahkan keempat.

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," katanya.

Bagi negara berkembang, stabilitas inflasi, pengelolaan APBN, serta tingkat utang dan defisit menjadi indikator yang diperhatikan investor ketika menilai ketahanan ekonomi. Pemerintah menyatakan akan terus menjaga momentum ekonomi sekaligus menarik investasi masuk.

Terkini