Pasca-Abu Krakatau, Lima Bandara Resmi Kembali Beroperasi

Selasa, 08 September 2026 | 19:40:32 WIB
Sejumlah penumpang penerbangan beraktivitas di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten [FOTO: NET].

JAKARTA - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) alias AirNav Indonesia kembali menerbitkan NOTAM mengenai pembukaan operasional penerbangan pada lima bandara usai sebelumnya terkena imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Minggu (6/9).

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis di Tangerang, Selasa, mengutarakan bahwa dari kelima bandara yang menyusul dibuka pada hari ini mencakup Bandara Radin Inten II, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe, serta Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.

"Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan," katanya.

Ia membeberkan, mengacu pada NOTAM B1159/26, Bandar Udara Radin Inten II (WILL) berstatus AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS, berlaku mulai pukul 09.45 WIB sampai 23.59 WIB.

Selanjutnya, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) — NOTAM C1136/26, berlaku mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”. Bandar Udara Budiarto (WIRR) — NOTAM C1131/26, berlaku mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

"Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) — NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”. Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) — NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”, jelasnya.

Pada situasi ini, penerbitan NOTAM tersebut berpatokan pada pergeseran kondisi sebaran abu yang memengaruhi operasional penerbangan, sehingga merujuk pada penilaian keselamatan beserta informasi aeronautika paling baru, beberapa bandar udara dapat mengudara kembali.

"Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif," paparnya.

AirNav Indonesia pun secara konsisten mengawal dinamika aktivitas vulkanik beserta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus membangun koordinasi bersama jajaran pemangku kepentingan terkait.

"Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.

Terkini

Cek 6 Bansos Cair September 2026, Penyaluran Tembus 80 Persen

Selasa, 08 September 2026 | 21:18:01 WIB

Daftar Bansos Cair September 2026 dan Cara Cek Penerimanya

Selasa, 08 September 2026 | 21:11:32 WIB

Ibas Ajak Anak Muda Kritis Hadapi Pengaruh AI dan Algoritma

Selasa, 08 September 2026 | 21:07:01 WIB

Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Cek Desil dan Syaratnya

Selasa, 08 September 2026 | 21:03:32 WIB

BNPB: 1.730 Bencana Landa Indonesia Hingga Awal September 2026

Selasa, 08 September 2026 | 21:00:31 WIB