Baznas Beri Pendampingan Psikososial Bagi Anak Gempa NTT

Rabu, 02 September 2026 | 18:02:32 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan Layanan Dukungan Psikososial bagi anak penyintas bencana gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menghadirkan Layanan Dukungan Psikososial untuk anak-anak penyintas musibah gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menyampaikan pendampingan psikososial tersebut ditujukan guna memulihkan trauma dan kondisi emosional anak-anak di area terdampak.

"Pendampingan psikososial ini sangat krusial agar anak-anak penyintas gempa dapat mengikis rasa cemas berlebih dan kembali ceria di tengah situasi darurat," kata Idy dalam keterangan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Idy menegaskan Baznas berkomitmen untuk tetap mendampingi masyarakat terdampak gempa tak sebatas pada pemenuhan logistik fisik, melainkan juga pemulihan kejiwaan para korban, terutama kelompok yang rentan.

Idy mengimbau seluruh elemen masyarakat agar terus memperkuat kepedulian dan bekerja sama dalam menyalurkan bantuan untuk mempercepat pemulihan para penyintas gempa di NTT.

"Kami ingin memastikan seluruh hak anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk mendapatkan rasa aman serta perlindungan jiwa," ucap Idy Muzayyad.

Diketahui, sampai 31 Agustus 2026 dalam operasi tanggap darurat bencana di NTT, Baznas sudah menerjunkan 90 personel lapangan, tim Rumah Sehat Baznas, unit armada operasional, serta Pos Baznas Tanggap Bencana, demi melayani warga di enam kabupaten terdampak, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.

Di samping itu, Baznas pun mengoperasikan 53 pos layanan kemanusiaan, menyalurkan 52.550 porsi makanan melalui dapur umum berkapasitas 7.450 porsi tiap hari, pasokan air bersih lewat dapur air sebanyak 3.500 gelas per hari, 928 paket bantuan keluarga, perlengkapan sanitasi, selimut, terpal, tenda sekolah darurat, hingga akses layanan kesehatan untuk 619 pasien di tujuh lokasi penanganan.

Sebelumnya, Kepala Negara Prabowo Subianto menegaskan pihak pemerintah berkomitmen membenahi NTT secara berkesinambungan sampai tingkat desa demi mendongkrak produktivitas wilayah dan kesejahteraan warga.

Menurut Presiden, pembangunan bakal dijalankan secara proporsional mulai dari jenjang kabupaten, kecamatan hingga lingkup desa.

"Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa, kami bangun. Rakyat kami harus hidup dengan baik dan sejahtera," kata Presiden Prabowo.

Terkini