Bea Cukai Terapkan Teknologi Baru Awasi Pita Cukai Rokok

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:14:31 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berencana mengaplikasikan inovasi teknologi anyar untuk memperketat pengawasan distribusi pita cukai rokok dalam waktu dekat. 

Fasilitas modern itu memanfaatkan metode track and trace agar negara mampu menelusuri sumber pita cukai secara langsung hingga ke pabrik rokok terkait.

Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa realisasi teknologi mutakhir tersebut bakal dieksekusi segera. Saat ini, pemerintah telah mulai meletakkan mesin penghitung di beberapa pabrik rokok sebagai tahap awal dari rangkaian pengawasan tersebut.

"Namanya track and trace dari satu perusahaan baru. Jadi nanti kami akan taruh mesinnya di pabrik rokoknya, mesin penghitung, dan pakai teknologi yang lebih baru (bukan barcode)," ucap Purbaya kepada awak media di DPR, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan keterangan Purbaya, penerapan sistem tersebut ditargetkan beroperasi secara menyeluruh dalam kurun waktu sekitar enam bulan ke depan. Lewat mekanisme ini, pemerintah diyakini mampu mendongkrak ketepatan kalkulasi sekaligus mempersempit celah bagi pabrikan rokok untuk berbuat curang.

"Dalam waktu dekat akan diterapkan, mungkin dalam setengah tahun ke depan akan full semuanya. Itu sudah mulai ditaruh mesin-mesinnya," ungkapnya.

Purbaya menambahkan, inovasi track and trace juga bakal mempermudah aparat dalam mengenali pita cukai yang mencurigakan. Nantinya, pita cukai berteknologi mutakhir itu bisa dipindai lewat gawai telepon genggam. 

Berbekal hasil pemindaian tersebut, petugas langsung memperoleh detail informasi seputar asal-usul pita cukai, mencakup pabrik yang memproduksinya.

"Jadi kami juga lebih mudah mendeteksi kalau ada yang gelap-gelap karena pita itu, pita baru itu bisa di-scan pakai handphone segala macam, bisa ketahuan dari mana pabriknya segala macam. Jadi enggak bisa macam-macam," papar Purbaya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah menaruh asa agar peredaran pita cukai gelap maupun tindakan pemalsuan pita cukai sanggup diminimalisasi. Purbaya turut menyoroti maraknya kasus peredaran pita cukai tiruan yang masih kerap dijumpai sampai sekarang. 

Dirinya optimistis pemanfaatan teknologi anyar ini bakal membuat pita cukai semakin mustahil untuk dipalsukan.

"Nanti kan pakai baru itu, pakai teknologi baru itu enggak akan bisa pita palsu lagi," tandasnya.

Sewaktu dimintai keterangan mengenai pihak yang disinyalir membekingi praktik lancung peredaran pita cukai palsu itu, Purbaya mengaku belum memegang informasi valid. Kendati demikian, ia menduga masih ada oknum-oknum yang bermain di balik aktivitas ilegal tersebut.

"Enggak tahu. Kalau tahu sudah saya tangkap. Tapi ya kira-kira saya tahu masih ada yang main," pungkas Purbaya.

Terkini

Target PLTS 100 GW: IESR Dorong Payung Hukum

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:09:01 WIB

APBI Minta Platform Ekspor DSI Diterapkan Bertahap

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:06:01 WIB

APKLI Merah Putih Dukung Penuh Lima Program Pemerintah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:01:02 WIB

Daftar Komoditas Bursa Mineral Tunggu Keputusan Resmi OJK

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:53:31 WIB