Survei Udara BNPB Petakan Wilayah Terdampak Gempa dan Jalur Bantuan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:40:01 WIB
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan kegiatan pemantauan udara guna memetakan lanskap daerah yang terdampak guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus melakukan validasi potensi terjangan tsunami serta merancang peta jalur distribusi logistik bantuan.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, saat ditemui di Jakarta pada hari Rabu, mengemukakan bahwa misi pemantauan udara dengan menggunakan armada helikopter tersebut dijalankan dengan cara menyusuri kawasan pesisir utara mulai dari Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, berlanjut ke Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga berakhir di Nagekeo.

"Ini kami lakukan mapping sudah selesai kami lakukan, kami berangkat dari Labuan Bajo, kemudian pesisir utara, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo," kata dia.

Abdul memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemindaian visual dari udara, dampak gelombang tsunami susulan pascagempa magnitudo 7,7 tersebut secara garis besar tergolong dalam kategori ringan serta tidak sampai menghantam kawasan permukiman penduduk secara masif.

Genangan air laut akibat kenaikan muka air atau tsunami yang bersifat hamparan daratan terpantau hanya mengenangi dua lokasi spesifik, yakni di kawasan Riung serta wilayah perbatasan antara Riung dan Nagekeo, yang mana zona tersebut umumnya difungsikan oleh warga setempat sebagai lahan tambak sehingga dampaknya tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi masyarakat.

Di samping memverifikasi dampak tsunami, misi peninjauan udara yang mengudara pada ketinggian berkisar 25 hingga 30 meter tersebut juga diprioritaskan guna mendokumentasikan tingkat kerusakan infrastruktur sekaligus mengenali titik-titik pendaratan logistik atau dropping zone bagi warga yang tinggal di kawasan dataran tinggi perbukitan.

Opsi penyaluran bantuan logistik melalui udara ini ditetapkan sebagai strategi utama oleh pihak BNPB mengingat akses jalan darat menuju kantong-kantong permukiman yang terisolasi di area perbukitan sama sekali tidak dapat dilalui oleh armada truk pengangkut.

Lebih lanjut, Abdul memastikan bahwa temuan data dari survei udara ini nantinya akan disempurnakan melalui investigasi lapangan secara langsung di darat, tujuannya demi memaksimalkan pendataan kerusakan bangunan serta mempercepat proses pengiriman logistik ke berbagai pelosok wilayah terdampak yang sulit ditembus.

Terkini