Hyundai Resmi Produksi Ioniq 3 di Turki dengan Investasi Triliunan

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:20:02 WIB
Hyundai Ioniq 3 [FOTO: NET].

JAKARTA - Hyundai secara resmi memulai tahap produksi kendaraan mobil listrik terbarunya, yakni Ioniq 3, bertempat di fasilitas pabrik mereka yang terletak di kawasan Izmit, Turki. Pencapaian ini sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai mobil penumpang berbasis listrik pertama dari pabrikan otomotif asing yang berhasil diproduksi langsung di negara tersebut.

Merujuk pada laporan yang dirilis oleh ArenaEV pada hari Senin, pihak Hyundai dilaporkan telah menggelontorkan dana investasi senilai 213 juta poundsterling atau setara dengan kisaran angka Rp5,1 triliun demi mempersiapkan segala infrastruktur fasilitas produksi tersebut. 

Pabrik yang berada di Izmit ini pun diketahui telah melalui proses transformasi perombakan besar-besaran dalam kurun waktu dua tahun terakhir agar benar-benar siap memproduksi kendaraan bertenaga listrik.

Fasilitas pabrik tersebut sebenarnya telah lama memproduksi berbagai lini kendaraan bermerek Hyundai sejak tahun 1997 silam, serta memegang status sebagai fasilitas pabrik di luar negeri pertama sekaligus yang paling lama beroperasi bagi perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu.

Hingga kurun waktu saat ini, total akumulasi nilai investasi yang telah ditanamkan oleh Hyundai pada pabrik tersebut bahkan telah mencapai angka 1,185 miliar euro atau jika dikonversikan bernilai sekitar Rp24,4 triliun.

Pada tahap awal masa produksinya, pihak Hyundai menetapkan target volume produksi sebanyak kurang lebih 30.000 unit Ioniq 3 dalam kurun waktu satu tahun di pabrik Izmit tersebut.

Model kendaraan Ioniq 3 ini sendiri sebelumnya sempat diperkenalkan secara perdana ke publik oleh Hyundai dalam varian N Line pada bulan April 2026 yang lalu, sebelum kemudian disusul kembali oleh peluncuran versi Standard pada bulan Juli.

Hyundai menjadwalkan rencana untuk mulai memasarkan kendaraan Ioniq 3 ini ke pasaran pada bulan September mendatang dengan menawarkan dua varian opsi pilihan baterai serta motor penggerak.

Varian pertama akan dibekali dengan kapasitas baterai sebesar 42,2 kWh yang dipadukan bersama sistem motor penggerak berkekuatan 147 daya kuda. Sementara itu, varian kedua hadir dengan membawa kapasitas baterai yang jauh lebih besar, yakni mencapai 61 kWh, namun menggunakan motor penggerak dengan tenaga sebesar 135 daya kuda.

Terkini