Rencana WNI 18 Tahun Bikin Rekening Bank, Menkeu: Masih Dibahas

Rencana WNI 18 Tahun Bikin Rekening Bank, Menkeu: Masih Dibahas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah tengah merencanakan pembukaan rekening perbankan bagi warga negara yang sudah menginjak usia di atas 18 tahun dan belum mempunyai rekening. Pembukaan rekening ini bakal diproses antara lain lewat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Rencana tersebut masuk dalam pembahasan pemerintah guna menyempurnakan mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) supaya lebih sigap serta tepat sasaran. Data kependudukan dijadikan pijakan utama untuk memetakan masyarakat yang belum mempunyai rekening.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, ide ini dicetuskan oleh Presiden demi memastikan penyaluran bansos maupun program bantuan pemerintah lainnya berjalan lebih efektif.

”Itu supaya nanti kalau setiap bantuan betul-betul cepat dan tepat sasaran, bansos dan lain-lain,” kata Purbaya dalam taklimat Media satu tahun sebagai Menkeu, dikutip Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah sedang mendiskusikan peluang integrasi beberapa basis data, seperti data kependudukan milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan basis data lainnya. Pemanfaatan data itu ditujukan untuk mendeteksi penduduk yang telah menginjak usia di atas 18 tahun tetapi belum memiliki rekening bank.

”Kelihatannya setiap orang yang di atas 18 tahun, dibukakan rekening yang belum punya rekening,” ujar Purbaya.

Tak sebatas berpatokan pada batasan umur, pemerintah juga mempertimbangkan skema pembuatan rekening secara otomatis begitu seseorang baru pertama kali mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP). Lewat mekanisme ini, rekening perbankan terintegrasi sebagai bagian dari fasilitas dasar warga ketika mulai beranjak dewasa.

Di dalam pembahasan itu, rekening yang dialokasikan direncanakan bebas dari beban biaya administrasi. Pemerintah turut mengkaji opsi penyuntikan dana awal ke dalam rekening masyarakat tersebut.

Purbaya menyampaikan, besaran saldo awal yang masuk dalam bahan diskusi berada di rentang Rp50.000 sampai Rp80.000. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa skema ini masih sebatas tahap diskusi awal.

”Bansos pertama dikasih mungkin Rp50.000-Rp80.000. Ada juga kemungkinan nanti setiap orang yang bikin KTP langsung otomatis dibuatkan rekeningnya,” katanya.

Langkah pembukaan rekening secara masif ini diharapkan mampu mengerek aksesibilitas finansial masyarakat sekaligus mempermudah pemerintah dalam mendistribusikan bantuan secara langsung kepada para penerima manfaat.

Walau begitu, Purbaya belum dapat memastikan apakah format ini bakal langsung diterapkan pada 2027, termasuk kepastian apakah seluruh skema penyaluran bansos mendatang terpusat lewat BRI dan BSI.

”Saya belum tahu. Ini baru pembicaraan pertama. Saya pikir hasil finalnya masih belum,” ujar Purbaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index