JAKARTA - Elena Rybakina sukses melangkahkan kaki ke babak delapan besar US Open untuk perdana kalinya seusai menaklukkan mantan juara ganda Naomi Osaka dengan skor 6-1, 6-4 di Louis Armstrong Stadium, hari Selasa waktu Indonesia bagian barat, sehingga membawanya semakin mendekati takhta tertinggi peringkat WTA.
Keberhasilan tersebut sekaligus melengkapi catatan manis Rybakina karena berhasil menembus fase perempat final di seluruh ajang turnamen Grand Slam. Sebelumnya, atlet tenis asal Kazakhstan itu sudah pernah mengamankan tiket babak delapan besar pada ajang Australian Open, French Open, serta Wimbledon.
"Saya sejujurnya tidak menyangka. Saya bermain sangat baik hari ini. Saya merasa bola sangat bagus dari sisi saya," kata Rybakina dikutip dari WTA.
Petenis yang menempati posisi unggulan kedua itu menunjukkan performa perkasa lewat torehan 29 kali winner serta tujuh ace, sementara dirinya hanya mencatatkan 17 kali kesalahan sendiri.
Pencapaian impresif tersebut menampilkan perkembangan pesat jika disandingkan dengan duel pamungkas kontra Osaka di Toronto beberapa pekan lalu, di mana kala itu Rybakina harus bekerja ekstra keras melalui pertarungan tiga set demi mengamankan kemenangan.
Kini, Rybakina hanya memerlukan satu kemenangan lagi guna menguasai takhta tertinggi petenis nomor satu dunia pada ranking WTA. Dirinya berpeluang merebut singgasana tersebut apabila sukses membungkam Zheng Qinwen dalam laga perempat final yang dijadwalkan bergulir hari Rabu (9/9).
Petenis yang kini menginjak usia 27 tahun itu turut memperlihatkan performa stabil sepanjang perhelatan US Open dengan catatan hanya kehilangan 25 gim dari total empat laga yang dilakoninya.
Statistik tersebut menempatkannya pada urutan kedua sebagai pemain dengan catatan gim paling sedikit di antara delapan petenis tersisa, di mana ia hanya tertinggal dari Aryna Sabalenka.
"Saya tahu, apa pun skornya, saya harus fokus pada setiap bola. Naomi juga pemain yang agresif. Saya sangat senang dengan cara saya bermain hari ini," ujar Rybakina.
Kendati demikian, Rybakina menegaskan bahwa prioritas utama dirinya bersama tim tetap berfokus pada target merebut trofi juara. Keinginan menduduki status petenis nomor satu dunia pun diakuinya sebagai salah satu impian besar dalam perjalanan kariernya.
"Tentu saja saya menginginkannya. Saya tidak tahu siapa yang tidak menginginkan hal itu. Itu jelas menjadi salah satu tujuan saya," kata Rybakina.
Menyongsong laga berikutnya, Rybakina bersiap meladeni perlawanan Zheng yang tengah berada dalam tren permainan puncaknya. Secara rekor pertemuan, Rybakina memimpin dengan keunggulan 4-1, termasuk kemenangan dalam dua duel tiga set sepanjang tahun ini.
Meski demikian, Rybakina tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap lonjakan performa Zheng selama bertanding di New York. Peraih medali emas ajang Olimpiade 2024 tersebut tercatat tengah membukukan rekor tujuh kemenangan secara beruntun.
"Dia jelas sudah menemukan performanya dan sekarang bermain dengan sangat percaya diri setelah begitu banyak kemenangan beruntun. Jadi, dia sangat berbahaya," kata Rybakina.
"Kami sudah pernah bermain sebelumnya, jadi saya tahu pertandingan ini akan sangat sulit. Saya akan fokus pada diri sendiri dan berusaha melakukan servis dengan baik. Kalau kami bisa melakukan servis dengan cara yang sama pada pertandingan berikutnya, itu akan sangat bagus."