JAKARTA — Pemerintah membuka peluang memberikan insentif bagi industri perfilman nasional untuk memperkuat daya saing film lokal di pasar domestik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan usulan tersebut tengah dikaji, terutama terkait film dalam negeri yang diedarkan dan ditayangkan di bioskop.
Usulan insentif tersebut disampaikan para pelaku industri perfilman saat bertemu dengan Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (3/9). Purbaya mengatakan, pelaku industri mengusulkan agar film lokal memperoleh insentif sehingga mendapatkan perlakuan yang setara dengan film impor yang beredar di bioskop.
"Mereka mengusulkan lah gimana kalau ada insentif ke produksi film, film yang diedarkan di bioskop supaya sama dengan perlakuan film-film impor. Saya bilang saya akan pertimbangkan," ujar Purbaya kepada awak media di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (3/9/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah akan terlebih dahulu mempertimbangkan usulan tersebut sebelum menentukan bentuk kebijakan yang dapat diberikan untuk mendukung industri perfilman nasional. "Dalam waktu dekat kami akan dapat kabar," tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya menerima perwakilan Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), serta Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan industri film dalam negeri.
Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah penerapan kebijakan perpajakan yang adil dan setara bagi film impor maupun film domestik. Purbaya menilai industri kreatif dan padat karya seperti perfilman memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Selain menghasilkan karya kreatif, industri perfilman juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan berbagai sektor usaha pendukung, serta meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.