LITERASIKEUANGAN.COM — Kulineran di Bandung selalu punya cerita baru. Namun, di tengah menjamurnya kafe kekinian, tempat-tempat dengan sejarah panjang tetap punya tempat tersendiri. Percaya atau tidak, kamu bisa menemukan keduanya dalam satu daftar kunjungan singkat.
Bukan cuma soal rasa, daya tarik tiga tempat berikut terletak pada konsep dan suasana yang dihadirkan. Dari ruang ngopi yang menyatu dengan praktik dokter gigi hingga restoran bergaya Eropa klasik yang eksis sejak era 1970-an, ada pengalaman visual yang bikin feed media sosialmu makin hidup.
Dua Konsep Baru: Kafe di Klinik Gigi dan All-Day Dining Prancis
Kalau kamu pikir kafe selalu identik dengan ruangan luas, dr. Ells Coffee Clinic di Jl. Sukahaji No. 5 menawarkan hal sebaliknya. Kafe yang menyatu dengan klinik gigi ini hanya punya tiga kursi di area dalam ruangan. Ruang mungil itu sekaligus berfungsi sebagai barista station tempat semua pesanan diracik.
Di luar, area outdoor bergaya Skandinavia yang segar menanti. Kursi dan meja biru kobalt jadi aksen warna yang berani di tengah dominasi arsitektur abu-abu dan putih. Konsepnya kompak, estetik, dan cukup nyaman untuk sekadar menikmati es kopi susu atau egg tart yang dibanderol mulai Rp20 ribuan.
Masih dengan konsep yang menarik, Theo's Wife Lois di Jl. Progo No. 23 mengusung tema all-day dining dengan suasana seperti rumah sendiri. Ada cerita fiksi di balik namanya, tentang Theo dan Lois yang bertemu di luar negeri dan mendirikan tempat ini. Lois jago bikin pastry, Theo suka bereksperimen dengan masakan.
Palet warna beige dan soft pink mendominasi ruang tengah, menciptakan kesan wanita yang chic dan hangat. Area semi-outdoor di belakang menawarkan vibe halaman rumah dengan pepohonan rindang dan tempat duduk yang melingkar. Untuk urusan rasa, perpaduan western dan Asia-nya patut diacungi jempol. Cobain Korean Dry Ramen atau Classic Beef Lasagna, lalu akhiri dengan Parmesan Salt Bread yang gurih.
Menyusuri Lorong Waktu di Restoran Legendaris Dago
Berpindah dari konsep modern, Tizi Restaurant and Cake Shop di Jl. Kidang Pananjung No. 3 mengajak kamu bernostalgia. Berdiri sejak era 1970-an, rumah tua dengan taman di tengah ini mempertahankan desain klasik-vintage hingga sekarang. Furnitur kayu berukir, hiasan dinding antik, dan taplak meja kotak merah-putih bikin suasana makan terasa kental dengan nuansa tempo dulu.
Tizi menawarkan area yang luas dengan dominasi tempat duduk semi-outdoor. Ini pilihan pas buat kamu yang ingin menikmati hidangan Eropa klasik seperti Wiener Schnitzel atau Schaschlik dalam suasana teduh dan tenang. Harganya bersahabat untuk kategori restoran legendaris, dengan makanan mulai Rp90 ribuan dan minuman Rp30 ribuan.
Tiga tempat ini membuktikan bahwa wisata kuliner Bandung bukan cuma soal tempat baru yang viral. Ada harmoni antara kreativitas kekinian dan nilai sejarah yang bertahan. Pilihan ada di tanganmu, mau yang praktis dari klinik gigi atau yang penuh cerita dari resto setengah abad.