Target Kontrak Baru Waskita Infrastruktur Tembus 100%, Ekspansi Rambah Energi Terbarukan

Target Kontrak Baru Waskita Infrastruktur Tembus 100%, Ekspansi Rambah Energi Terbarukan

LITERASIKEUANGAN.COM — Jakarta — PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) tidak sekadar mengejar volume proyek. Perusahaan pelat merah ini sedang berada dalam fase transformasi yang menekankan kualitas pertumbuhan, memastikan setiap proyek yang diterima memiliki kepastian penagihan dan risiko yang terkendali. Komitmen tersebut dijalankan lewat tiga tahapan utama: Pemulihan, Reposisi, dan Pertumbuhan Berkelanjutan.

"Proyek yang diperoleh harus memiliki kepastian penagihan, margin wajar, risiko terkendali, dan tidak berbenturan dengan kepentingan bisnis induk usaha," ujar Plt Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).

Kontrak Baru Bertumbuh, Dominasi Pasar Eksternal

Strategi tersebut membuahkan hasil yang terukur. Realisasi perolehan kontrak baru perseroan naik signifikan sejak 2021 hingga proyeksi 2025. Dari target yang dibidik sepanjang tahun lalu, realisasinya mencapai 100,07%.

Segmen konstruksi menjadi motor utama pertumbuhan dengan realisasi NKB yang menembus 104,41% dari target. Yang menarik, kontribusi terbesar disumbang oleh pasar eksternal, menandakan WKI mampu bersaing di luar lingkup proyek induk usaha.

Sejumlah proyek strategis tengah dan telah digarap untuk mendukung konektivitas nasional. Di antaranya perbaikan Tol Kayu Agung-Palembang, pekerjaan tanah pembangunan Tol Bocimi Seksi 3A & 3B, pengaspalan Tol Palembang-Betung, hingga pembangunan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Merauke.

WKI juga berkontribusi menuntaskan proyek-proyek besar seperti Tol Cimanggis-Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, pembangunan Gedung Setpres, dan Bendungan Rukoh.

Perkuatan Lini Bisnis dan Langkah Menuju Energi Hijau

Selain konstruksi, WKI menggarap empat lini bisnis lain untuk menciptakan pendapatan berulang. Pada segmen pengelolaan peralatan, perseroan saat ini mengelola 341 unit aset. Jumlah tersebut berpotensi membengkak menjadi sekitar 1.200 unit. Rencana pengalihan aset dari induk usaha, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, masih berstatus proses dan belum efektif, menunggu persetujuan korporasi.

Di sisi manufaktur, pabrikasi baja di Cikande melayani kebutuhan tower transmisi, modular keet, hingga jembatan gantung. "Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama. Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan," jelas Bambang.

Langkah strategis jangka panjang juga diarahkan pada transisi energi. WKI telah berhasil melakukan divestasi di PT Waskita Sangir Energi pada 2025 dan melanjutkan investasi melalui PT Waskita Wado Energi. "EBT tetap menjadi salah satu arah strategis jangka panjang perusahaan, yang dijalankan secara terukur dan berbasis kemitraan," pungkas Bambang.

Dengan struktur bisnis yang kian ramping dan fokus pada proyek berkualitas, WKI menargetkan pemulihan bertahap untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur modern Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index