Dapatkan Sertifikasi, Xiaomi 18 Pro Bakal Meluncur September 2026

Dapatkan Sertifikasi, Xiaomi 18 Pro Bakal Meluncur September 2026
ILUSTRASI Karyawan melayani pengunjung di Xiaomi [FOTO: NET].

JAKARTA — Xiaomi 18 Pro beserta 18 Pro Max dilaporkan sudah mengantongi sertifikasi untuk dipasarkan di Cina, memberi tanda bahwasanya peluncuran resmi kedua ponsel flagship tersebut kian dekat. Informasi ini berembus di tengah laporan kinerja kuartal kedua Xiaomi yang memperlihatkan tren kemerosotan penjualan ponsel pintar.

Duo ponsel anyar ini bakal mengusung peningkatan pada bagian layar, kamera, performa, serta komponen pendukung lainnya berdasar pada laporan GSMArena, Jumat (21/8/2026).

Kedua gawai baru tersebut diinformasikan mendukung pengisian daya menggunakan kabel 100W serta disemati teknologi UWB. Keduanya diproyeksikan debut di Cina pada September mendatang, sekaligus digadang-gadang bakal menjadi ponsel perdana yang dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro besutan Qualcomm.

Uniknya, varian reguler Xiaomi 18 dikabarkan tidak dirilis bersamaan dengan varian Pro, melainkan bakal menyusul pada Desember mendatang berbarengan dengan Xiaomi 18 Max. Pihak Xiaomi dinilai kembali mengadopsi pola strategi Apple, untuk kali ini dari sudut waktu peluncuran produk.

Peluncuran lini 18 Pro ini hadir saat kinerja bisnis Xiaomi sedang menjumpai tantangan. Berdasarkan pada laporan keuangan kuartal II 2026, perseroan mendistribusikan 31,2 juta unit ponsel dengan raihan pangsa pasar 11,5% di ranah global.

Capaian pengapalan tersebut anjlok sebesar 26,3% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Angka penjualan di pasar lokal Cina turut melemah, tercatat hanya menyentuh 8,4 juta unit pada kuartal ini, merosot dari posisi 11,5 juta unit pada kuartal II 2025.

Kendati volume penjualan menyusut, Xiaomi malah membukukan Harga Jual Rata-rata (ASP) paling tinggi sepanjang riwayat perusahaan, yaitu CNY 1.351 atau setara $200, kisaran Rp3,5 juta. Kategori premium bahkan menyumbang sepertiga dari total penjualan gawai Xiaomi di Cina (32,1%).

Pihak Xiaomi sendiri bertahan sebagai manufaktur ponsel pintar terbesar ketiga di dunia, sebuah kedudukan yang berhasil dipertahankan sepanjang 24 kuartal secara berturut-turut. Perusahaan pun terus menggenjot alokasi riset dan pengembangan hingga menyentuh CNY 18,2 miliar atau setara Rp48,11 triliun di sepanjang tahun ini.

Dikutip dari Xiaomi Corporation Q2 2026 Results Announcement, Jumat (21/8/2026), secara peringkat global Xiaomi berada di bawah Samsung yang mengapalkan 60,5 juta unit (pangsa pasar 22,3%) dan Apple yang mencatatkan 55,1 juta unit (20,3%).

Capaian Xiaomi masih bertengger di atas OPPO (28,4 juta unit) serta Vivo (21,5 juta unit) yang sama-sama mengalami penurunan tingkat pengiriman.

Walau mengalami penurunan peringkat di skala global, Xiaomi tetap perkasa memimpin di beberapa pasar kawasan. Entitas ini menempati urutan kedua di Asia Tenggara (19,3%), Amerika Latin (16,2%), serta Timur Tengah (13,5%).

Dengan dinamika tersebut, peluncuran Xiaomi 18 Pro dan Pro Max dapat dimaknai sebagai langkah perusahaan dalam memacu kembali performa penjualan melalui segmen premium, di tengah gempuran tekanan pasar global yang belum sepenuhnya reda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index