JAKARTA - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengutarakan bakal secepatnya menurunkan tim ahli guna menanggulangi serangan penyakit bangkalan pada komoditas tanaman durian di Sulawesi Tengah.
“Saya turunkan tim, saya sudah perintahkan,” kata Andi Amran Sulaiman usai memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis (20/8/2026).
Pada momen tersebut, Mentan merespons aspirasi dari perwakilan petani durian Sulawesi Tengah yang mendesak pemerintah agar menerjunkan tim ahli demi mengatasi penyakit bangkalan yang membuat buah durian gugur sebelum matang hingga memicu kemerosotan angka produksi.
Situasi tersebut dinilai mendesak untuk ditangani lantaran komoditas durian asal Sulawesi Tengah telah berhasil menembus pasar ekspor ke Tiongkok.
Oleh sebab itu, Mentan menginstruksikan jajaran terkait untuk segera memburu tenaga ahli yang mengantongi kompetensi dalam menanggulangi penyakit itu.
“Sudah, hubungi itu, cari, turunkan. Negara yang biayai selama ada ahlinya. Bila perlu dari luar negeri. Cari ahli bidang itu,” ujarnya.
Secara terpisah, sebelumnya Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membeberkan bahwa penyakit bangkalan menjadi salah satu keresahan terbesar yang dikeluhkan para petani durian kepada pihak pemerintah daerah.
“Bangkalan menjadi momok bagi petani durian, hingga kini belum ada obat-obatan mengatasi penyakit itu," ujarnya.
Ia menguraikan bahwa penyakit bangkalan sanggup memperburuk kualitas serta volume produksi buah durian. Saat ini, langkah yang ditempuh para petani di antaranya lewat pembersihan sanitasi kebun, pengkondisian tingkat kelembaban, pemberian pemupukan berimbang, hingga pengaplikasian fungisida dan biopestisida secara berkala.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah via Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng bersama Universitas Alkhairaat Palu turut menggandeng kerja sama riset guna meracik penangkal penyakit buah tersebut.
Mengacu pada data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, total areal kebun durian di provinsi tersebut saat ini berkisar 36 ribu hektare, yang mana sekitar 12 ribu hektare di antaranya sudah memasuki masa produksi.
Sementara itu, catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 merilis angka produksi durian di Sulawesi Tengah menembus 95.140 ton yang tersebar di pelbagai kabupaten/kota, dengan pusat sentra produksi terbesar bertumpu di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.