Kampus Bantu Layani Warga Pascagempa NTT Lewat Koordinasi Kemdiktisaintek

Kampus Bantu Layani Warga Pascagempa NTT Lewat Koordinasi Kemdiktisaintek
Mendiktisaintek Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat koordinasi bersama universitas dengan mengambil peran dalam membantu masyarakat terdampak sesuai kapasitas masing-masing, sebagai respons atas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa universitas mempunyai posisi strategis pada situasi bencana, tidak hanya dalam memastikan keberlanjutan proses pendidikan, tetapi juga lewat kontribusi keilmuan, sumber daya, serta jejaring yang dipunyai untuk membantu warga.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," katanya.

Sejalan dengan koordinasi tersebut, sejumlah universitas di NTT telah bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Berdasarkan informasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV, respons universitas dijalankan melalui pendirian posko, distribusi logistik, layanan kesehatan dan trauma healing, hingga pengerahan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan ke lokasi terdampak.

Universitas di antaranya Politeknik Cristo Re membentuk posko tanggap bencana di lingkungan kampus. Posko tersebut tetap berkoordinasi dengan posko pemerintah daerah serta Posko Caritas Indonesia.

Dalam dua hari pertama penanganan, sivitas akademika Politeknik Cristo Re pun melaksanakan evakuasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengalami luka akibat reruntuhan rumah warga di lokasi pengabdian.

Sebanyak 62 dosen, instruktur, dan mahasiswa Politeknik Cristo Re turut bergerak, antara lain membantu distribusi logistik dari gudang BNPB ke wilayah Palue, Kangae, serta Talibura, mendirikan lima tenda di RSUD TC Hillers dan Gelora Samador, serta menyalurkan makanan dan terpal kepada 11 keluarga terdampak di Desa Tarunggawang, Kabupaten Sikka lewat kerja sama dengan Caritas Keuskupan Maumere. Tim pun menyalurkan bantuan air bersih lewat 9 tangki air.

Di Ende, para suster, dosen, serta perwakilan mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende turut bergerak menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa (Unipa) bergabung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka guna memberikan pelayanan kesehatan dan trauma healing kepada pengungsi di Posko Gelora Samador dan sejumlah posko lainnya. Kegiatan tersebut telah berlangsung selama tiga hari.

Mahasiswa profesi Ners Unipa pun turut membantu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. T.C. Hillers Maumere.

Institut Nasional Flores juga mengerahkan mahasiswa untuk menyalurkan bantuan sembako secara langsung kepada masyarakat di tenda-tenda pengungsian dan posko tanggap bencana.

Kemdiktisaintek mengapresiasi langkah universitas yang bergerak bersama pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam merespons kondisi pascabencana.

Keterlibatan sivitas akademika tersebut menjadi bagian dari peran universitas dalam menghadirkan manfaat dan membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index