Arne Slot Enggan Latih Timnas Belanda, Pilih Fokus Karier di Klub

Arne Slot Enggan Latih Timnas Belanda, Pilih Fokus Karier di Klub
Reaksi pelatih Liverpool [FOTO: NET].

JAKARTA - Mantan juru taktik Liverpool, Arne Slot, dikabarkan sempat menjalin komunikasi dengan pihak Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) berkaitan dengan lowongan posisi pelatih kepala. Berdasarkan desas-desus yang santer beredar, Arne Slot disebut-sebut telah mundur dari bursa pencalonan pelatih Timnas Belanda yang kini tengah kosong.

Arne Slot sempat dinilai sebagai figur yang ideal untuk menakhodai Timnas Belanda menyusul keputusan mundurnya Ronald Koeman dari kursi kepelatihan usai skuad De Oranje tersingkir di babak 32 besar ajang Piala Dunia 2026. Kendati sempat menuai kegagalan total bersama Liverpool pada musim lalu, Arne Slot sejatinya berhasil mempersembahkan titel juara Liga Inggris ke-20 bagi The Reds pada tahun debutnya.

Namun, hasil performa yang justru bertolak belakang harus diterima oleh Slot pada musim berikutnya tatkala Liverpool hanya mampu mengakhiri kompetisi Liga Inggris di peringkat kelima. Sekalipun sukses mengantarkan The Reds merebut tiket lolos ke pentas Liga Champions, Arne Slot tetap dianggap sudah tidak layak mempertahankan posisinya sebagai pelatih kepala Liverpool dan akhirnya resmi dipecat pada tanggal 30 Mei lalu.

Di tengah situasi tersebut, berembus kencang laporan yang menyebutkan bahwa dirinya telah terlibat pembicrakapan intensif bersama KNVB perihal peluang menggantikan posisi Ronald Koeman. Kendati demikian, Slot buru-buru menepis kabar miring yang menyatakan bahwa ia telah menarik diri dari proses negosiasi dengan KNVB. Berdasarkan klarifikasinya, ia dan pihak KNVB sama sekali tidak pernah menyentuh tahap pembicaraan mendalam yang membahas perihal besaran gaji maupun durasi kontrak.

"Selama beberapa minggu terakhir, dan khususnya beberapa hari terakhir, berbagai laporan muncul mengenai lowongan di tim nasional Belanda, yang menyatakan bahwa saya telah menarik diri dari proses tersebut setelah negosiasi panjang, termasuk mengenai gaji dan durasi kontrak," kata Slot kepada Voetbal International dikutip dari BBC.

"Spekulasi itu tidak benar. Kami sama sekali tidak pernah mencapai tahap pembicaraan tersebut."

Walaupun demikian, Slot tidak menutup rapat-rapat pintu peluang untuk mengemban tugas negara tersebut pada masa yang akan datang.

"Akan menjadi suatu kehormatan besar untuk mewakili negara saya sebagai pelatih nasional suatu hari nanti. Namun, ini bukanlah saat yang tepat bagi saya," kata Slot.

Arne Slot menegaskan bahwa dirinya saat ini masih belum sesuai untuk menangani tim nasional karena hasrat utamanya masih ingin mendampingi dan melatih para pemain secara intensif setiap hari. Di sisi lain, apabila berkarier sebagai pelatih tim nasional, porsi waktu luang cenderung jauh lebih banyak dan aktivitas kepelatihan hanya terpusat saat jeda internasional saja.

"Pada tahap karier saya saat ini, saya lebih suka berada di lapangan latihan bersama para pemain saya setiap hari. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan cara yang sama bersama tim nasional," katanya.

"Dan (inilah) mengapa saya memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan dan tidak memulai negosiasi tentang seperti apa kemungkinan kontrak itu nantinya."

Slot menaruh rasa hormat yang tinggi kepada KNVB serta institusi Timnas Belanda atas tawaran diskusi rencana tersebut. Kendati demikian, ia secara tegas menyatakan bahwa dunia sepak bola klub masih menjadi prioritas utama jalur kariernya saat ini.

"Saya sangat menghormati tim nasional dan KNVB dan hanya bisa bersikap positif tentang profesionalisme yang ditunjukkan dalam pembicaraan minggu itu."

"Untuk saat ini, saya percaya bahwa sepak bola klub masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada saya," sambungnya.

Di sisi lain, KNVB sendiri masih memiliki alternatif pilihan kandidat lain guna mengisi pos peninggalan Ronald Koeman. Mantan pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martinez, dikabarkan turut masuk dalam radar diskusi bersama KNVB terkait tawaran kursi kepelatihan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index