JAKARTA - PT Rintis Sejahtera (RINTIS) selaku pengelola layanan penghubung (switching) Jaringan PRIMA, kembali mengadakan ajang Prima Executive Gathering (PEG) 2026 bertempat di The Mulia, Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity”. Dengan menghadirkan pihak regulator, asosiasi, serta para pelaku industri sistem pembayaran dari sektor perbankan maupun nonbank, PEG 2026 menjelma menjadi forum yang krusial untuk mengokohkan sinergi dalam merespons percepatan digital serta risiko yang kian rumit.
Agenda PEG 2026 dibuka secara simbolis oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Ketua Umum ASPI Santoso, Direktur Bisnis Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya, serta Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera Abraham J. Adriaansz. Acara kemudian berlanjut dengan pidato pembukaan dari Abraham J. Adriaansz yang menggarisbawahi pentingnya membangun ketahanan industri melalui kerja sama erat di tengah laju inovasi teknologi serta ancaman siber yang kian kompleks.
“Industri sistem pembayaran tidak dapat hanya berfokus pada peningkatan kinerja hari ini, tetapi juga perlu membangun ketahanan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk serangan DDoS dan penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI), menuntut kami untuk terus beradaptasi dan memperkuat kesiapan bersama. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan inovasi dapat terus berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Abraham.
Dalam sesi Opening Keynote Speech, Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa perputaran nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi mengalami lonjakan hingga sekitar empat kali lipat pada tahun 2030. Meskipun demikian, akselerasi tersebut turut membawa deretan tantangan berupa kerawanan siber, tindak penipuan (fraud), perlindungan konsumen, hingga praktik transaksi ilegal. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketersediaan infrastruktur pembayaran yang handal, aman, serta terpadu.
“Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pelaku sistem pembayaran. Saya berharap sinergi ini terus diperkuat untuk mengembangkan sistem pembayaran yang semakin inovatif, inklusif, dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Filianingsih.
Ajang PEG 2026 juga menghadirkan pemaparan materi bertajuk International Best Practices mengenai adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) di ranah jasa keuangan yang dibawakan oleh Kenneth Siow dari INF Tech serta Ted Ding bersama Shimin Zhang dari Tencent Cloud. Sesi ini menegaskan bahwa transformasi AI tidak sekadar memerlukan dukungan perangkat teknologi saja, melainkan menuntut tata kelola yang baik, kualitas data yang mumpuni, faktor keamanan, hingga modernisasi infrastruktur.
Sesi diskusi panel dengan tema “Accelerating in Unity: Transforming While Performing in an Uncertain World” menghadirkan Santoso selaku Ketua Umum ASPI; Dr. Kaspar Situmorang dari BRI; Arga M. Nugraha dari BSN; Dodit Wiweko Probojakti dari Bank Jatim; Ahmad Mikail Madjid dari Permata Bank; serta Fajar Septandri Maharjaya dari UOB Indonesia, dengan dipandu oleh Abraham J. Adriaansz selaku moderator. Diskusi tersebut mengupas tuntas topik seputar transformasi digital, mitigasi risiko, interoperabilitas layanan seperti QRIS, efisiensi operasional, keamanan siber, serta kolaborasi antar-industri dalam penerapan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).
Kegiatan PEG 2026 ini dihadiri oleh sekitar 250 orang peserta yang berasal dari unsur regulator, asosiasi, perbankan, BPR, hingga Penyedia Jasa Pembayaran Nonbank. Di samping itu, acara ini turut dimeriahkan oleh Prima Hub Nusantara yang memamerkan ragam produk kerajinan serta kuliner dari UMKM binaan Bank BPD Bali, Bank Jatim, dan Bank Maluku Malut melalui pemanfaatan transaksi pembayaran digital sebagai wujud nyata dukungan RINTIS terhadap digitalisasi keuangan sekaligus pemberdayaan sektor UMKM.
Menjelang puncak perhelatan, RINTIS bekerja sama dengan Biro Riset Infobank mempersembahkan ajang Prima Awards 2026. Dalam sesi penutupan, Closing Keynote Speech disampaikan oleh Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan periode 2011–2014, yang menyoroti urgensi investasi pada bidang pendidikan STEM, penguatan penegakan hukum, manajemen risiko yang matang, serta pembangunan infrastruktur sektor energi demi mendongkrak posisi strategis Indonesia di era AI.
Sebanyak 30 mitra unggulan Jaringan PRIMA dianugerahi penghargaan berdasarkan penilaian Rating Performance Transaksi Mitra Jaringan PRIMA untuk periode Juni 2025 sampai Mei 2026. Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto menuturkan bahwa apresiasi tersebut diberikan sebagai wujud penghargaan atas komitmen serta sinergi para mitra dalam memperkokoh ekosistem pembayaran nasional.
“Penguatan sistem pembayaran Indonesia bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan perjalanan yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Infobank bersama Jaringan PRIMA akan terus berkolaborasi untuk memastikan ekosistem pembayaran nasional terus berkembang, semakin inovatif, andal, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Eko.