Strategi Pemerintah Siapkan Insentif Semester II Untuk Antisipasi Dampak El Nino Ke Pangan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Insentif Semester II Untuk Antisipasi Dampak El Nino Ke Pangan RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah tengah menggodok insentif guna memitigasi dampak dari fenomena El Nino pada sektor pangan Indonesia. 

Adapun nominal serta mekanisme insentif tersebut masih dalam tahap kalkulasi, sementara pihak berwenang juga merancang langkah untuk mengamankan produksi serta distribusi bahan pangan di tengah ancaman kekeringan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutarakan, kebutuhan untuk mitigasi dampak El Nino saat ini masih dikalkulasikan oleh Kementerian Pertanian.

"Kita lihat saja. Itu di Kementerian Pertanian, kita monitor aja dulu," ujar Airlangga kepada pewarta saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Sebelumnya, Airlangga memastikan pemerintah bakal memberikan dukungan untuk mencukupi kebutuhan pangan warga, utamanya di tengah ancaman fenomena Godzilla El Nino. 

Saat ditanyakan seputar potensi adanya insentif khusus guna menghadapi fenomena El Nino, Airlangga menuturkan pemerintah bakal memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pangan.

"Nanti kita lihat selalu kita berikan kemudahan untuk pangan," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Airlangga menuturkan, pemerintah pun bakal menjalankan sejumlah upaya guna memitigasi dampak kekeringan akibat El Nino. Salah satunya lewat pompanisasi serta distribusi air menuju kawasan-kawasan produktif.

"Kita monitor aja karena memang di beberapa daerah hujan kan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi dimana sungai-sungainya yang masih banyak air dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya membeberkan pihak pemerintah sedang menyusun alokasi dana khusus guna penanganan dampak El Nino pada paruh kedua 2026. Kendati demikian, Purbaya belum merinci besaran anggaran yang bakal digelontorkan pemerintah.

"Ada tambahan dana untuk El Nino, tapi saya jumlahnya lupa. Itu untuk mengatasi dampak El Nino saja," ujar Purbaya kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Purbaya menuturkan, tambahan dana tersebut bakal menjadi bagian dari paket stimulus yang sedang dirancang pemerintah. Sebagian dana kemungkinan bakal dimasukkan di dalam skema stimulus ekonomi, meski kalkulasinya masih dimatangkan.

"Mungkin sebagian di sana, tapi kita belum hitung dengan detail. Tapi ada, sudah kita wacanakan dan besaran kasarnya sudah ada," katanya.

Sampai sekarang, pemerintah masih memfinalisasi nominal serta mekanisme penyaluran insentif tersebut. Kebijakan itu menjadi krusial sebab ancaman El Nino berdaya tekan terhadap produksi pangan lewat kekeringan. 

Sekiranya produksi terganggu, ketersediaan pangan dapat menyusut dan berpotensi memicu lonjakan harga pangan.

Kerawanan tersebut jugalah hadir di tengah ketidakpastian global. Eskalasi pergolakan di Timur Tengah yang belum mereda berpotensi mempertahankan harga minyak mentah dunia di level tinggi. 

Situasi tersebut sanggup mendongkrak beban biaya produksi dan distribusi pangan, termasuk lewat jalur harga energi serta pupuk.

Para pengamat ekonomi turut memperingatkan kemunculan fenomena El Nino super atau El Nino Godzilla pada tahun ini berpotensi memantik guncangan terhadap produksi pangan global yang efeknya dapat bertahan sampai 2028.

Dikutip dari The Guardian, Senin (10/8/2026), rantai pasok pangan global menghadapi dua guncangan sekaligus, yakni konflik geopolitik yang mengganggu pasokan energi dan pupuk serta cuaca ekstrem akibat pemanasan global yang berpotensi diperparah oleh El Nino berintensitas amat tinggi.

Para periset sebelumnya mengemukakan siklus El Nino 2026-2027 terbentuk tatkala pergeseran pola angin memungkinkan massa air laut hangat meluas ke kawasan tengah serta timur Samudra Pasifik ekuator. Fenomena tersebut mempunyai probabilitas berkembang menjadi El Nino berdaya kekuatan amat besar.

Bagi Indonesia, ancaman El Nino menjadi sorotan sebab dampaknya dapat berupa kekeringan sampai mempertinggi ancaman kebakaran hutan dan lahan. 

Oleh karenanya, pemerintah merancang kombinasi kebijakan berupa sokongan anggaran, insentif, pompanisasi, serta distribusi air guna mengawal produksi pangan dan pasokan warga.

Langkah itu diharapkan sanggup meredam dampak El Nino terhadap produksi pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat seandainya kondisi cuaca ekstrem berlangsung lebih lama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index