Strategi Kemenhan Percepat Pembangunan Teknologi Drone Untuk Pertahanan

Strategi Kemenhan Percepat Pembangunan Teknologi Drone Untuk Pertahanan
Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Arif Harnanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia sudah merancang delapan tahapan percepatan demi memajukan pembangunan teknologi wahana nirawak atau drone pada sektor pertahanan.

Delapan tahapan tersebut disusun supaya Indonesia mempunyai kesiapan dari sisi teknologi serta sumber daya manusia (SDM) dalam mengadopsi perkembangan teknologi drone.

"Langkah pertama yakni menyusun peta jalan berbasis misi yang dimulai dari kebutuhan pertahanan dan skenario operasi," kata Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Arif Harnanto dalam acara Indonesia Drone Expo (IDE) yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Arif, perumusan basis misi ini wajib dilaksanakan supaya pihak pengguna, dalam hal ini TNI, dapat memiliki teknologi drone yang akurat sesuai dengan kebutuhan operasi.

Tahapan kedua, sambung dia, pemerintah wajib membangun standar interoperabilitas yang kokoh supaya sistem komunikasi serta pemanfaatan data dilaksanakan secara serentak.

Dengan begitu, seluruh matra mempunyai satu komando dalam memanfaatkan data yang diperoleh dari teknologi drone.

Tahapan ketiga, Arif menegaskan perlunya ketersediaan sarana latihan dan pengembangan teknologi guna menunjang kapasitas drone.

Sesudah sarana tersebut tersedia, ujar dia, barulah pengguna dapat menjalankan tahapan keempat yakni memajukan teknologi drone secara berjenjang.

"Selanjutnya langkah kelima yakni perlu membangun ekosistem data dan AI nasional," kata Arif.

Sesudah itu, pemerintah pun wajib melaksanakan tahapan keenam yakni memperkokoh rantai pasok untuk kebutuhan teknis drone.

Penguatan rantai pasok ini menjadi peluang bagi industri pertahanan dalam negeri untuk mengambil bagian dalam mengembangkan teknologi drone TNI.

Selanjutnya, pemakai drone pun perlu membentengi diri dari serangan drone luar negeri dengan membangun kemampuan Counter Unmanned Aircraft System (UAS) atau wahana nirawak secara paralel.

Namun dari seluruh tahapan tersebut, dia memastikan pemerintah tidak akan melupakan tahapan paling krusial dalam memperkokoh mutu drone Indonesia yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Arif percaya bahwa kemajuan teknologi drone wajib sejalan dengan meningkatnya mutu SDM sebagai pengawak sampai perakit.

Dengan menjalani delapan agenda ini, Arif percaya TNI akan mampu memaksimalkan teknologi drone untuk memperkokoh sistem pertahanan negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index