JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peringatan tersebut ditujukan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui laman informasi cuaca BMKG, disebutkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini mulai terpantau sejak siang hari dan diperkirakan masih berlangsung hingga sore hari. “UPDATE Peringatan Dini Cuaca Wilayah DI Yogyakarta tgl 05 Mei 2025 pkl. 14:35 WIB berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 14:45 WIB,” tulis BMKG melalui laman resminya.
Wilayah-Wilayah Terdampak
Menurut BMKG, sejumlah wilayah di Yogyakarta yang diperkirakan terdampak hujan lebat dan angin kencang mencakup:
Kabupaten Bantul: Kapanewon Dlingo, Banguntapan, Pleret, dan Piyungan, serta wilayah lain yang berpotensi terdampak meliputi Pajangan, Jetis, Imogiri, Sewon, dan Kasihan.
Kabupaten Gunungkidul: Playen, Patuk, Karangmojo, Ponjong, dan Semin. Potensi cuaca ekstrem juga dapat meluas ke wilayah Ngawen, Nglipar, Paliyan, Semanu, Rongkop, dan Gedangsari.
Kabupaten Sleman: Wilayah Berbah menjadi salah satu titik yang diperkirakan akan mengalami hujan deras disertai angin.
Kota Yogyakarta: Hujan lebat dengan potensi kilat dan angin kencang juga diprediksi terjadi di wilayah Mantrijeron, Mergangsan, Umbulharjo, dan Kotagede.
BMKG menegaskan bahwa “kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 16:00 WIB,” sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama di area terbuka atau di dekat pohon dan baliho.
Kondisi Lapangan: Hujan Disertai Angin Telah Terjadi
Pantauan di wilayah Bantul kota dan sekitarnya menunjukkan bahwa hujan lebat disertai angin mulai mengguyur sejak pukul 15.20 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun dan genangan air mulai tampak di beberapa titik jalan raya. Sejumlah pengguna jalan yang terjebak hujan deras tampak berlindung di tempat teduh, sementara arus lalu lintas di beberapa ruas mengalami perlambatan.
Di wilayah Piyungan dan Imogiri, warga melaporkan adanya angin kencang yang merobohkan ranting pohon dan baliho. Meski belum ada laporan kerusakan parah, warga tetap diminta waspada karena hujan disertai angin kencang masih diprediksi berlanjut.
Kutipan BMKG: Masyarakat Harus Waspada terhadap Bencana Turunan
BMKG menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana turunan dari cuaca ekstrem seperti banjir lokal, longsor, dan pohon tumbang. Dalam keterangannya, BMKG menyatakan bahwa intensitas curah hujan yang tinggi dalam durasi singkat dapat memicu pergerakan tanah di wilayah perbukitan serta banjir di kawasan dataran rendah dan perkotaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki kemiringan tinggi atau berada di bantaran sungai.”
Selain itu, BMKG juga meminta aparat desa dan BPBD di masing-masing kabupaten/kota untuk mengaktifkan sistem peringatan dini lokal, melakukan pemantauan lapangan, dan mempersiapkan upaya evakuasi jika diperlukan.
Langkah-Langkah Mitigasi Cuaca Ekstrem
Menanggapi peringatan dini dari BMKG, sejumlah pemerintah daerah di Yogyakarta telah menyiagakan tim tanggap darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebutkan bahwa posko pemantauan bencana diaktifkan dan personel lapangan telah dikerahkan ke titik-titik rawan banjir serta daerah yang sebelumnya pernah mengalami tanah longsor.
Pihak BPBD DIY juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan deras disertai angin kencang. Selain itu, warga diminta untuk mematikan aliran listrik jika terjadi genangan air di dalam rumah guna mencegah risiko korsleting dan kebakaran.
“Kami sudah menyiapkan antisipasi cepat. Jika ada laporan kejadian pohon tumbang atau genangan tinggi, tim kami akan segera turun ke lokasi. Kami minta warga turut melaporkan secara aktif melalui kanal informasi resmi.” ungkap salah satu petugas lapangan BPBD Yogyakarta.
Pentingnya Akses Informasi Cuaca yang Akurat
Meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem mendorong pentingnya akses cepat dan akurat terhadap informasi meteorologi. BMKG mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi mobile seperti Info BMKG, serta mengikuti media sosial resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan kondisi cuaca terkini secara real-time.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi Info BMKG agar dapat menerima peringatan dini cuaca langsung melalui ponsel, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini,” ujar pihak BMKG dalam keterangannya.