LITERASIKEUANGAN.COM — Rapper Macklemore resmi dicoret dari sisa jadwal Loop Tour yang digelar Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah menyuarakan dukungan untuk Palestina di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey. Keputusan promotor Messina Touring Group pada Senin (14/9) itu memicu gelombang pengunduran diri sejumlah musisi pendukung, mulai dari Finneas hingga Lukas Graham. Macklemore kemudian mengumumkan donasi seluruh penghasilan turnya sebesar US$1 juta untuk organisasi kemanusiaan Palestina.
Keputusan promotor Messina Touring Group diumumkan pada Senin (14/9). Pihak venue disebut mengancam membatalkan konser jika Macklemore tetap tampil.
Dua Malam di MetLife Stadium
Macklemore menggelar pertunjukan pertamanya di MetLife Stadium pada Jumat (4/9). Ia membawakan lagu protes "Hind's Hall" dan menyuarakan dukungan bagi warga Palestina di hadapan penonton.
"Salah satu alasan utama mengapa saya ingin melakukan tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat berarti bagi saya: Bebaskan Palestina," ujar Macklemore seperti diberitakan Billboard.
Sehari berselang, pada malam kedua di tempat yang sama, ia kembali menegaskan posisinya. "Kepada semua saudara dan saudari Yahudi saya: Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap kalian," katanya.
Petisi IAC dan Tekanan ke Promotor
Israeli-American Council (IAC) melayangkan petisi yang menuntut Macklemore dicopot pada Minggu (6/9). IAC menilai sang rapper memakai panggung global untuk mempromosikan agenda politik sepihak.
Macklemore sempat membalas lewat media sosial. "Keinginan agar semua manusia diperlakukan setara seharusnya tidak pernah menjadi kontroversi," tulisnya.
Tekanan publik terus meningkat hingga penyanyi Pink turut mengomentari polemik tersebut melalui pernyataan panjang di Instagram.
Respons Ed Sheeran dan Boikot Musisi Lain
Ed Sheeran angkat bicara untuk meluruskan fakta pada Selasa (15/9). Pelantun "Shape of You" itu menjelaskan bahwa keputusan pihak venue dan promotor sudah final.
"Saya menghormati tekad kuat Macklemore untuk bersuara dan memperjuangkan apa yang ia yakini," ucap Ed Sheeran. Ia memilih jalur diplomasi demi menjaga ruang konsernya tetap aman.
Langkah tersebut justru memicu aksi boikot susulan. Dalam hitungan jam, sejumlah musisi menyatakan mundur dari sisa tur Loop, yakni Aaron Rowe, Finneas, Lukas Graham, dan band Beoga.
Finneas menulis, "Saya mendukung Palestina dan rakyatnya." Lukas Graham menegaskan, "Kita seharusnya bisa berbicara tentang perang, tentang warga sipil yang tewas, tentang anak-anak yang berhak tumbuh dewasa."
Donasi US$1 Juta dan Tantangan ke Robert Kraft
Macklemore mengumumkan ia mendonasikan seluruh penghasilan turnya sebesar US$1 juta kepada organisasi kemanusiaan untuk warga Palestina pada Rabu (16/9). Ia juga menantang pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, untuk menyamai donasi tersebut.
Sebelumnya, Macklemore mengkritik pendekatan netral Ed Sheeran. "Tidak ada posisi netral di antara penindas dan yang tertindas," tegasnya.
Kraft membela keputusannya dengan menyatakan bahwa retorika Macklemore telah melampaui batas dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi.
Tidak lama kemudian, Kraft mengonfirmasi bahwa Ed Sheeran telah menghubunginya untuk bersama-sama berkomitmen menyumbangkan total US$2 juta untuk mengatasi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Polemik ini menambah daftar panjang tekanan politik yang kini membayangi panggung tur stadion di Amerika Serikat, sekaligus menguji sejauh mana promotor dan musisi bisa menegosiasikan kebebasan berpendapat dengan kepentingan komersial.