Norwegia Siap Pidanakan Penjual Produk Pemukim Ilegal Israel

Jumat, 18 September 2026 | 21:04:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Norwegia menegaskan tidak akan mundur dari rencana memidanakan warga yang memperdagangkan produk dari pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide menyebut tekanan Israel soal tuduhan anti-Semit sebagai pola intimidasi yang sudah terlalu lama dinikmati Tel Aviv. Aturan ini diproyeksikan disahkan pada musim gugur tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan Eide saat menanggapi tekanan yang mengarah ke Oslo. Menurutnya, argumen untuk memperkuat aturan justru semakin kuat karena situasi di Tepi Barat terus memburuk.

Intimidasi yang Sudah Terlalu Lama Dinikmati Israel

"Israel sudah terlalu terbiasa mengintimidasi negara-negara Barat dengan mengatakan mereka anti-Semit jika mengkritik Israel atas pelanggaran dan penyalahgunaan hukum," kata Eide.

Ia menambahkan, masa di mana Israel bisa leluasa memakai tuduhan itu kini berakhir. "Sekarang (perlindungan) yang selama ini dinikmati Israel telah hilang," ujarnya.

Eide juga menegaskan keyakinannya bahwa undang-undang tersebut bakal disahkan pada musim gugur ini. "Ya, saya memang berpikir begitu," kata dia saat ditanya soal peluang aturan itu lolos.

Belanda Sudah Lebih Dulu Memberi Sanksi Pidana

Langkah Norwegia bukan yang pertama di Eropa. Belanda sudah menerapkan larangan perdagangan dengan pemukiman ilegal Israel, lengkap dengan sanksi pidana.

Di negara itu, impor, pembelian, atau penjualan barang dari pemukiman dikategorikan sebagai pelanggaran ekonomi. Hukumannya tidak main-main.

  • Kurungan penjara hingga enam tahun bagi pelaku perorangan
  • Denda besar bagi perusahaan yang terlibat
  • Penyitaan aset milik pelanggar

Beberapa negara Eropa lain dilaporkan menyiapkan langkah serupa. Tujuannya satu: mengisolasi Israel dari panggung internasional.

Netanyahu dan Pemerintahan Paling Kanan dalam Sejarah Israel

Eide bukan sosok sembarangan. Ia ilmuwan politik dan politisi senior yang pernah menjabat Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia.

Dalam wawancara dengan Euronews di Riga, Latvia, ia menyebut pemerintahan PM Benjamin Netanyahu sebagai yang paling kanan dalam sejarah Israel. Menurutnya, Netanyahu telah membawa negara itu ke jalur yang sangat berbahaya.

Pernyataan Eide memperkuat sinyal bahwa Eropa Utara bergerak menjauh dari posisi tradisionalnya terhadap Israel. Norwegia, yang selama ini dikenal sebagai penengah konflik, kini memilih jalur hukum pidana.

Jika aturan itu benar-benar disahkan, warga Norwegia yang berdagang produk pemukiman ilegal bisa berhadapan dengan aparat hukum negaranya sendiri. Bagi Palestina, langkah ini menjadi dukungan konkret di tengah situasi Tepi Barat yang kian panas.

Terkini