JAKARTA - Rutinitas kecantikan generasi muda saat ini tidak cuma sebatas skincare dan makeup. Aktivitas fisik, istirahat, sampai cara merawat kondisi tubuh mulai turut ditempatkan sebagai bagian dari perawatan diri.
Berdasarkan materi yang dipaparkan Guardian Indonesia, sejumlah 56 persen Gen Z dikatakan menempatkan fitness dan self-care menjadi prioritas dalam keseharian. Angka ini ikut menunjukkan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap wellness.
Managing Director Guardian Indonesia Bhavin Patel menuturkan, perubahan tersebut tampak dari pergeseran fokus generasi muda dari aesthetic beauty menuju mindful wellness.
Sebab menurut Bhavin, kecantikan tidak lagi cuma dihubungkan dengan penampilan luar semata. Kondisi tubuh serta kemampuan menjaga diri turut menjadi bagian dari bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal itu diungkapkan saat ditemui di ajang Guardian Wellness Journey Goes to Campus 2026 yang berlangsung di BINUS Alam Sutera, Tangerang, Senin (14/9/2026).
Beauty Mulai Beririsan dengan Wellness
Perubahan sudut pandang ini menjadikan aktivitas yang dulunya lebih sering dipandang sebagai bagian dari kesehatan atau kebugaran kini kian erat dengan rutinitas beauty.
Olahraga, contohnya, tak cuma dilakukan demi menjaga kebugaran fisik. Bagi generasi muda, kegiatan tersebut juga bisa menjadi bagian dari langkah merawat diri serta menjaga kondisi secara menyeluruh.
Demikian halnya dengan istirahat. Di tengah padatnya aktivitas kuliah maupun tuntutan harian, tidur yang cukup jadi salah satu poin yang ikut diperhatikan sewaktu membicarakan wellness.
pihak Guardian menilai perubahan ini sebagai bagian dari pergeseran kebutuhan generasi muda.
Apabila sebelumnya pembahasan mengenai beauty lebih banyak berfokus pada hasil yang tampak di luar, saat ini perhatian mulai bergeser ke arah kondisi yang dirasakan serta dijalani sehari-hari.
Glow Up Tak Lagi Hanya soal Makeup
Bhavin menyampaikan, generasi muda pun perlu memperhatikan kondisi tubuh saat melakoni ragam aktivitas.
“Di tengah tekanan akademik dan risiko burnout, Guardian hadir untuk mengajak mahasiswa menjaga stamina dengan pilihan suplemen, vitamin berkualitas, serta istirahat yang cukup. Karena glow up sejatinya tak hanya dari polesan make-up, tetapi juga tercermin dari kebugaran tubuh,” terang Bhavin.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana makna istilah glow up mulai dipakai pada konteks yang lebih luas. Perubahan atau perawatan diri tidak sekadar dinilai dari pemakaian produk kecantikan, melainkan juga dari kebiasaan yang menyokong kebugaran.
Artinya, seseorang tetap dapat memakai skincare atau makeup sebagai bagian dari rutinitas beauty. Akan tetapi, perhatian terhadap tubuh dan keseharian ikut menyempurnakan cara mereka merawat diri.
Leya Princy Soroti Kaitan Penampilan dan Kondisi Diri
Aktris Leya Princy juga menilai wellness sebagai hal yang tidak berdiri sendiri. Menurut Leya, penampilan serta kondisi diri saling berhubungan dengan beragam aspek dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi tidak hanya sekadar looking good. It’s not about feeling good juga. Tapi ini adalah kolaborasi between all of that. Tidur, makan, lingkungan dan fun. Semuanya penting menjadi satu,” ungkap Leya.
Pandangan itu mengisyaratkan bahwa wellness untuk generasi muda tak cuma bersangkut paut dengan satu kebiasaan. Pola tidur, asupan makanan, kondisi lingkungan, hingga waktu untuk bersenang-senang turut menjadi bagian dari cara seseorang merawat kondisi dirinya.
Pergeseran Cara Memaknai Perawatan Diri
Pergeseran dari aesthetic beauty menuju mindful wellness pada akhirnya membuat batas antara beauty, kesehatan, dan kebugaran kian beririsan.
Perawatan diri tidak lantas meninggalkan skincare atau makeup. Namun, rutinitas itu kini dapat berjalan berdampingan dengan kebiasaan lain yang membantu seseorang menjaga kondisi tubuh serta kesehariannya.
Untuk Gen Z, perhatian pada penampilan pun mulai diposisikan berdampingan dengan kebutuhan untuk merasa bugar dan menjaga kondisi diri. Hal inilah yang menjadikan wellness makin menyatu dalam pembicaraan mengenai beauty.