Kurang $27 Miliar, Menkes Pacu Transformasi Sistem Kesehatan

Selasa, 15 September 2026 | 18:39:31 WIB
Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan. (Foto: NET)

JAKARTA - Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan, menyampaikan bahwa transformasi sistem kesehatan nasional masih memerlukan tambahan dana sekitar 26 hingga 27 miliar dolar AS. Dana ini bertujuan untuk menaikkan target usia harapan hidup ke angka 76 tahun serta usia harapan hidup sehat mencapai 65 tahun.

Dalam acara 4th Indonesia Health Partners Meeting (IHPM), Budi menuturkan jika kedua sasaran yang telah ditentukan oleh Presiden Prabowo Subianto itu bertujuan untuk menjamin masyarakat Indonesia memiliki umur yang lebih panjang sekaligus menikmati masa sehat dalam waktu yang lebih lama.

"Tidak enak (kalau) punya hidup panjang tapi demensia di 10 tahun terakhir kehidupan Anda. Atau punya stroke yang membuat Anda tidak bisa jalan dengan benar di 10 tahun terakhir kehidupan Anda," sebutnya di Jakarta pada hari Selasa (15/9/2026).

Dirinya memaparkan bahwa keseluruhan dana yang diperlukan bagi transformasi tersebut mencapai 223 miliar dolar AS. Pemerintah dan sistem terkait telah menyediakan kurang lebih 203 miliar dolar AS, dengan alokasi 177 miliar dolar AS khusus untuk transformasi ini. 

Oleh karena itu, terdapat selisih kekurangan sekitar 26-27 miliar dolar AS yang harus ditutupi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, ia menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan terus berupaya menguatkan rasa saling percaya dengan berbagai filantropis maupun mitra global.

Budi juga menerangkan semenjak awal menduduki posisi sebagai Menteri Kesehatan, kerja sama dengan para mitra dari seluruh dunia telah sukses menaikkan mutu layanan kesehatan. 

Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa dalam satu tahun, ada sekitar 300 ribu unit alat antropometri yang telah didistribusikan ke berbagai posyandu di 7.000 pulau berpenghuni.

"Kami juga berhasil membagikan 10 ribu ultrasound ke 10 ribu puskesmas. Sebelumnya, ibu-ibu hamil —hanya ada 22 persen puskesmas kami yang punya ultrasound. Bayangkan Anda mau melahirkan tapi tidak dapat ultrasound satu pun untuk mengerti kondisi kehamilan Anda," ungkapnya.

Selanjutnya, alat X-ray juga disalurkan ke sejumlah puskesmas guna memfasilitasi skrining penyakit tuberkulosis. Ia berharap, pada tahun 2026 nanti terdapat 2.000 unit X-ray yang siap dikirimkan, lalu bertambah menjadi 4.000 unit pada tahun berikutnya.

Lebih lanjut, Budi menuturkan apabila saat ini puskesmas telah dilengkapi oleh teknologi Near Point of Care Testing (NPOCT) Terminal. Teknologi tersebut mempermudah fasilitas kesehatan dalam mendeteksi keberadaan patogen maupun penyakit menular dengan lebih cepat.

Menjadi bagian dalam transformasi kesehatan ini, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) turut dijalankan di Indonesia untuk mencegah kondisi yang lebih parah akibat penyakit tidak menular. 

Selain itu, pengembangan tes genomik juga digencarkan demi memahami keadaan demografi kesehatan serta menyusun langkah konkret untuk menambah usia harapan hidup.

Dalam mendukung seluruh inisiatif itu, ia menegaskan pentingnya bantuan pembiayaan yang berasal dari para filantropis dan mitra global.

Terkini