KKP Jadikan KNMP Jaringan Distribusi Ikan Nasional

Senin, 14 September 2026 | 20:03:01 WIB
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah memacu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) agar tidak sekadar menjadi pusat kegiatan produksi masyarakat pesisir, melainkan juga berfungsi sebagai rantai distribusi ikan antarwilayah guna memperlebar akses pasar bagi hasil tangkapan nelayan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan bahwa intervensi melalui target pembangunan 1.269 KNMP pada tahun 2026 diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan terpencil.

"Agar kampung nelayan merah putih menjadi benar-benar merupakan bagian dari transformasi yang ada kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat, maka kami berfokus untuk peningkatan produktivitas penangkapannya dan juga peningkatan pendapatan dari masyarakat, baik dari mutu, pendapatan, jenis ikan dan hasil tangkapan," ungkap Didit dalam forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Didit menambahkan bahwa pengembangan KNMP ke depannya akan diselaraskan dengan besarnya potensi serta populasi nelayan di tiap-tiap daerah. 

Kawasan yang dihuni oleh nelayan dalam jumlah besar akan diproyeksikan sebagai pusat distribusi (hub), sementara daerah berskala kecil bakal dijadikan wilayah penyangga untuk menyuplai produksi ke pusat tersebut.

Berdasarkan penjelasannya, konsep ini akan membuat distribusi hasil produksi perikanan dari wilayah pesisir tidak mandek di pasar lokal saja. 

Didit memberi contoh sebuah daerah yang awalnya hanya menjual hasil tangkapan secara lokal, namun kini bisa mendistribusikannya ke Semarang, Surabaya, Jakarta, hingga Bitung, untuk kemudian diteruskan ke pasar ekspor.

"Model-model inilah yang akan kami ambil, tiru, modifikasi dengan tematik di masing-masing daerah yang ada," ujarnya.

Kawasan tersebut juga akan difasilitasi dengan beragam infrastruktur pendukung, seperti pabrik es, gudang penyimpanan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), tempat bersandar perahu, bengkel, serta fasilitas pemasaran produk perikanan.

Didit memaparkan bahwa pengadaan berbagai fasilitas itu ditujukan guna menunjang kegiatan produksi, sekaligus mengatrol kualitas dan nilai jual dari ikan tangkapan nelayan.

Di samping itu, KKP turut menyiapkan sumber daya manusia demi menunjang operasional KNMP lewat kolaborasi bersama koperasi desa atau kelurahan Merah Putih. Sebelumnya, KKP telah memetakan sekitar 100 titik yang akan dijadikan percontohan awal dalam pengembangan KNMP.

Untuk tahun 2026, pemerintah mematok target pendirian 1.269 KNMP, dan proses pengembangannya akan terus digenjot hingga mencapai 5.000 KNMP pada tahun 2029 mendatang. Dalam proses eksekusinya, KKP menggarisbawahi pentingnya penyelarasan pembangunan dengan keadaan serta potensi spesifik dari tiap wilayah.

Menurut Didit, konektivitas antarwilayah pesisir sangat krusial mengingat pembangunan KNMP tidak boleh terpaku pada aspek fisik semata. 

Pengadaan sarana produksi harus dibarengi dengan tata kelola yang baik, kemudahan akses pasar, penyiapan sumber daya manusia, dan sinergi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat setempat.

Terkini